1. Emma Veness
|
Foto: Hotspot Media
|
Lazimnya ibu hamil mulai ngidam pada trimester pertama kehamilan, lalu perlahan mulai berkurang. Namun yang terjadi pada Emma, ngidam itu tidak pernah berkurang hingga saat ini usia kandungannya mencapai 7 bulan.
Beberapa ahli mengatakan, kondisi yang dialami Emma termasuk gangguan pola makan yang disebut Pica. Penderita gangguan ini akan mengalami keinginan untuk mengonsumsi sesuatu yang tidak lazim untuk dimakan misalnya rambut, sabun atau bahkan paku.
Bagi Emma, gangguan Pica ini bukan pertama kalinya terjadi pada dirinya. Sejak kecil, ia sudah menampakkan tanda-tanda Pica karena saat dimandikan oleh ibunya ia mengaku sering curi-curi memakan buih sabun yang masih menempel di tubuhnya sebelum dibilas.
2. Kelly Marie Pearce
|
Foto: Hotspot Media
|
Ternyata meskipun Kelly menyantap camilan aneh ini, yang mana terkadang ia mencampurkan spons dan pasir seperti layaknya sandwich, kedua anaknya lahir dengan kondisi sehat dan tanpa luka.
Ibu rumah tangga ini mengidap gangguan pica sepanjang masa kehamilannya, yang membuatnya sangat menginginkan objek yang bukan makanan. Ngidamnya yang tidak biasa ini dimulai saat masa kehamilannya lima bulan, ketika mengandung Lucian yang kini berusia empat tahun, dan dipicu ketika ibu mertuanya mengganti pasir di kandang burung beonya.
3. Alison Brierley
|
Foto: Metro
|
Sebelum hamil, Brierley sering menggunakan kulit hewan yang mati di jalan untuk perhiasan, tapi sekarang ia menggunakannya sebagai menu baru makanannya.
"Biasanya saya makan benar-benar makanan sehat tapi sekarang semenjak hamil saya ngidam kuat makan hewan roadkill (mati di jalan). Daging ini lebih berbau dari daging lainnya dan saya menyukai rasanya. Saya juga tidak perlu merasa bersalah saat memakannya karena saya tahu ini benar-benar bebas dan tidak merusak alam," jelas Alison Brierley.
Sampai saat ini, Brierley sudah memakan kelinci, rusa, merpati dan burung hantu. Burung roadkill adalah menu yang paling sering ada di piringnya.
4. Ibu Hamil di Amerika Serikat
|
|
Saat dibawa ke rumah sakit dengan keluhan lemas dan pusing-pusing pada pekan ke-37 kehamilan, ibu berusia 35 tahun yang tidak disebutkan namanya ini tidak langsung ketahuan penyakitnya. Tim dokter butuh waktu sepekan untuk mengetahui penyebabnya.
Selain mengalami denyut jantung yang tidak teratur dan melemahnya kekuatan otot, termasuk otot jantung, ibu ini juga mengalami penurunan kadar potasium dan elektrolit dalam tubuhnya. Dari situlah, para dokter menduga ada masalah pada pola makan.
Sebelum dan selama hamil, ibu ini ngidam baking soda. Kondisi ingin mengonsumsi benda-benda bukan makanan dikenal juga dengan istilah pica. Benda yang sering dikonsumsi antara lain baking soda, sabun, rambut dan bahkan benda-benda logam.
Hasil tes menunjukkan si ibu mengalami rhabdomyolysis, yakni luruhnya serat otot yang bisa membahayakan ginjal yang ditandai dengan peningkatan kadar kreatinin kinase dalam darah. Ia juga mengalami gangguan pada jantung, peripartum cardiomyopathy.
Halaman 2 dari 5











































