Studi: Pasien Asma Mungkin Butuh Waktu Lebih Lama Agar Bisa Hamil

Studi: Pasien Asma Mungkin Butuh Waktu Lebih Lama Agar Bisa Hamil

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 15 Nov 2013 08:50 WIB
Studi: Pasien Asma Mungkin Butuh Waktu Lebih Lama Agar Bisa Hamil
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
New York - Wanita yang sulit hamil bisa jadi karena mengidap penyakit tertentu, menjalani terapi pengobatan yang ekstrem atau mengalami gangguan pada organ reproduksinya. Sebuah studi dari Denmark menyatakan wanita penderita asma butuh waktu lama untuk bisa hamil.

Peneliti mendapatkan kesimpulan ini setelah menganalisis data dari 15.000 wanita di Denmark, yang 950 orang di antaranya mengidap asma. Ketika ditanya apakah mereka pernah menunggu lebih dari setahun agar bisa hamil, 27 persen wanita penderita asma mengatakan iya. Sedangkan partisipan yang tidak mengidap namun mengaku butuh waktu lama untuk bisa hamil jumlahnya hanya mencapai 21 persen.

Dari situ peneliti yakin jika wanita akan cenderung mengalami penundaan kehamilan jika asma yang mereka idap tak kunjung terobati atau mereka mengidap asma ketika usianya di atas 30 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kaitan antara asma dengan lamanya waktu yang dibutuhkan seorang wanita untuk bisa hamil juga tetap konsisten, meski peneliti mempertimbangkan faktor lain yang mempengaruhi peluang kehamilan seseorang, misalkan usia si wanita, indeks massa tubuhnya hingga status merokoknya.

"Namun secara keseluruhan, wanita penderita asma memiliki jumlah anak sama banyaknya dengan wanita yang tidak mengidap asma. Bisa jadi ini karena wanita penderita asma melahirkan anak pertama mereka di usia yang lebih muda daripada wanita yang tidak sakit asma," ungkap peneliti Dr. Elisabeth Juul Gade dari Respiratory Research Unit, Bispebjerg University Hospital di Copenhagen.

Sayangnya hingga kini peneliti mengaku tak menemukan alasan di balik fenomena ini. "Peradangan yang jadi salah satu gejala asma terbukti mempengaruhi organ-organ lain selain yang ada pada sistem pernapasan. Peradangan semacam itu bisa saja mengubah suplai darah ke rahim, sehingga mengganggu kemampuan sel telur untuk ditanamkan disana," duga peneliti seperti dilansir Livescience, Jumat (15/11/2013).

Menanggapi studi ini, kepala Center for Human Production di North Shore University Hospital, Manhasset, N.Y., Dr. Avner Hershlag juga berasumsi jika wanita penderita asma tak bisa berupaya untuk hamil sesering wanita yang tidak mengidap gangguan pernapasan ini.

"Ketika seseorang tengah jatuh sakit misalkan asma, maka fokus mereka akan berubah, dari 'Saya akan mengandung' menjadi 'Saya ingin cepat sembuh'," imbuh Hershlag yang tak terlibat dalam studi ini.

Barulah ketika kondisinya sudah stabil dan tak lagi merasakan serangan asma sesering biasanya, maka si wanita menjadi jauh lebih sehat dan tubuhnya mungkin lebih siap dalam menangani proses kehamilan, lanjutnya.

(/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads