Jorge Odón mengaku terinspirasi untuk membuat alat yang kemudian disebut dengan Odón Device ini setelah menonton sebuah video di situs berbagi YouTube tentang cara mengambil busa yang terjatuh ke dalam sebotol wine yang baru dibuka. Demikian dilansir Foxnews, Jumat (15/11/2013).
Menurut pria berusia 59 tahun itu, fungsi alat buatannya adalah untuk membantu para wanita yang kesulitan saat menjalani proses persalinan atau obstructed labor, terutama ketika kepala si jabang bayi terlalu besar untuk melewati lubang vagina atau ketika kontraksi si ibu mendadak terhenti di tengah persalinan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab selama ini ketika terjadi obstructed labor, tim dokter biasanya menggunakan cunam atau forcep dan mangkuk hisap untuk membantu persalinan. Namun kedua alat ini berpotensi menimbulkan pendarahan otak hingga kerusakan pada tengkorak maupun tulang belakang si bayi.
Tapi dengan Odón Device ini, para pakar percaya peluang si bayi untuk menjalani prosedur persalinan secara Caesar diprediksi akan berkurang, terutama di negara maju, sekaligus menurunkan tingkat kematian bayi dan ibu pasca persalinan di negara berkembang maupun miskin.
Sejauh ini, alat ini telah berhasil diujicobakan pada 30 wanita asal Argentina yang melahirkan secara normal. Kesemuanya dilaporkan pernah menjalani proses persalinan sebelumnya. Rencananya WHO akan mengujicobakan alat baru ini kepada 100 wanita lebih di China, India dan Afrika Selatan yang melakukan persalinan normal, kemudian 170 wanita yang mengalami obstructed labor.











































