Komplikasi Persalinan Lebih Mudah Teratasi Berkat Alat Temuan Montir Ini

Komplikasi Persalinan Lebih Mudah Teratasi Berkat Alat Temuan Montir Ini

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 15 Nov 2013 17:02 WIB
Komplikasi Persalinan Lebih Mudah Teratasi Berkat Alat Temuan Montir Ini
Odn Device (Foto: Fox News)
Jakarta - Seorang montir dari Argentina baru-baru ini menemukan perangkat baru nan sederhana yang diklaim membantu proses persalinan menjadi lebih mudah. Tak tanggung-tanggung, alat ini disponsori langsung oleh WHO.

Jorge Odón mengaku terinspirasi untuk membuat alat yang kemudian disebut dengan Odón Device ini setelah menonton sebuah video di situs berbagi YouTube tentang cara mengambil busa yang terjatuh ke dalam sebotol wine yang baru dibuka. Demikian dilansir Foxnews, Jumat (15/11/2013).

Menurut pria berusia 59 tahun itu, fungsi alat buatannya adalah untuk membantu para wanita yang kesulitan saat menjalani proses persalinan atau obstructed labor, terutama ketika kepala si jabang bayi terlalu besar untuk melewati lubang vagina atau ketika kontraksi si ibu mendadak terhenti di tengah persalinan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat digunakan, alat yang berupa kantung plastik ini dilingkarkan di seputar kepala si bayi, lalu kantungnya digembungkan dan ditarik hingga si bayi bisa keluar dari lubang kemaluan ibunya. "Ini sungguh menarik. Dapat dikatakan alat ini membantu mengatasi saat-saat kritis dalam persalinan yang kemajuannya begitu sedikit selama bertahun-tahun ini," ungkap Dr. Mario Merialdi, koordinator peningkatan kesehatan ibu hamil dan pasca melahirkan dari WHO, kepada New York Times.

Sebab selama ini ketika terjadi obstructed labor, tim dokter biasanya menggunakan cunam atau forcep dan mangkuk hisap untuk membantu persalinan. Namun kedua alat ini berpotensi menimbulkan pendarahan otak hingga kerusakan pada tengkorak maupun tulang belakang si bayi.

Tapi dengan Odón Device ini, para pakar percaya peluang si bayi untuk menjalani prosedur persalinan secara Caesar diprediksi akan berkurang, terutama di negara maju, sekaligus menurunkan tingkat kematian bayi dan ibu pasca persalinan di negara berkembang maupun miskin.

Sejauh ini, alat ini telah berhasil diujicobakan pada 30 wanita asal Argentina yang melahirkan secara normal. Kesemuanya dilaporkan pernah menjalani proses persalinan sebelumnya. Rencananya WHO akan mengujicobakan alat baru ini kepada 100 wanita lebih di China, India dan Afrika Selatan yang melakukan persalinan normal, kemudian 170 wanita yang mengalami obstructed labor.



(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads