Ingin Coba Bayi Tabung, Berapa Sih Biayanya?

Ingin Coba Bayi Tabung, Berapa Sih Biayanya?

Merry Wahyuningsih - detikHealth
Kamis, 21 Nov 2013 11:19 WIB
Ingin Coba Bayi Tabung, Berapa Sih Biayanya?
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Saat pembuahan natural sulit terjadi karena pasangan suami istri mengalami gangguan kesuburan, prosedur bayi tabung pun menjadi salah satu solusi. Untuk mencobanya, berapa biaya yang diperlukan?

Program bayi tabung adalah salah satu teknik rekayasa reproduksi yang disebut juga In Vitro Fertilization (IVF). Proses IVF ini mempertemukan sperma suami dengan ovum atau sel telur istri di luar tubuh dengan media kultur hingga tercapai pembuahan.

Teknik ini tidaklah mudah, pun dengan risiko kegagalan hingga mencapai 50 persen lebih. Karena itulah biaya yang dibutuhkan untuk menjalani prosedur ini terbilang cukup mahal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk program promo kita mulai dari Rp 41 juta, memang ada beberapa obat-obat yang kita pakai dengan minimal. Tapi itu sangat case by case, karena ada pasien yang tidak bisa dengan dosis obat seperti itu. Paling tinggi biasanya range sampai Rp 60 juta," jelas dr Ivan Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG, CEO Morula IVF Indonesia, saat ditemui disela-sela acara Media Gathering 'Pencapaian Bayi Lahir ke-1.000 Melalui Program Fertilitas dengan Teknologi Berbantu di Klinik Morula IVF Indonesia' di RSU Bunda Jakarta, Menteng, Jakarta, dan ditulis pada Kamis (20/11/2013).

Dalam pembuatan bayi tabung, sel telur dan sperma dipertemukan dalam sebuah cawan. Sel telur diletakkan dicawan kemudian disemprot sperma lalu cawan dimasukkan dalam inkubator yang mempunyai suhu dan kelembaban seperti di dalam rahim.

Baru kemudian pembuahan berupa embrio akan terjadi setelah disimpan 2-3 hari. Embrio itu selanjutnya dipindahkan ke rahim ibu melalui vagina sebanyak 2-3 embrio.

Dalam proses penanaman embrio inilah yang kerap terjadi kegagalan karena penanaman embrio di rahim tergantung kemampuan rahim menangkap embrio. Komunikasi embrio dengan rahim kadang tidak berjalan karena ada beberapa faktor, seperti adanya infeksi atau mioma uteri, polip, dan kista.

Nah, kalau sudah begitu biasanya pasien dianjurkan untuk mengulang. Proses mengulang ini juga salah satu yang membuat biaya membengkak. Belum lagi si ibu harus minum obat-obatan hormon. Jika biaya rata-rata Rp 41-60 juta, bisa jadi karena proses mengulang itulah yang membuat biaya jadi bertambah.



(mer/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads