Program bayi tabung adalah salah satu teknik rekayasa reproduksi yang disebut juga In Vitro Fertilization (IVF). Proses IVF ini mempertemukan sperma suami dengan ovum atau sel telur istri di luar tubuh dengan media kultur hingga tercapai pembuahan.
Teknik ini tidaklah mudah, pun dengan risiko kegagalan hingga mencapai 50 persen lebih. Karena itulah biaya yang dibutuhkan untuk menjalani prosedur ini terbilang cukup mahal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pembuatan bayi tabung, sel telur dan sperma dipertemukan dalam sebuah cawan. Sel telur diletakkan dicawan kemudian disemprot sperma lalu cawan dimasukkan dalam inkubator yang mempunyai suhu dan kelembaban seperti di dalam rahim.
Baru kemudian pembuahan berupa embrio akan terjadi setelah disimpan 2-3 hari. Embrio itu selanjutnya dipindahkan ke rahim ibu melalui vagina sebanyak 2-3 embrio.
Dalam proses penanaman embrio inilah yang kerap terjadi kegagalan karena penanaman embrio di rahim tergantung kemampuan rahim menangkap embrio. Komunikasi embrio dengan rahim kadang tidak berjalan karena ada beberapa faktor, seperti adanya infeksi atau mioma uteri, polip, dan kista.
Nah, kalau sudah begitu biasanya pasien dianjurkan untuk mengulang. Proses mengulang ini juga salah satu yang membuat biaya membengkak. Belum lagi si ibu harus minum obat-obatan hormon. Jika biaya rata-rata Rp 41-60 juta, bisa jadi karena proses mengulang itulah yang membuat biaya jadi bertambah.
(mer/)











































