Senin, 30 Des 2013 14:30 WIB

Saat di Kandungan, Bayi Juga Bisa Melakukan 5 Hal Mengesankan Ini

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Saat berbicara tentang bayi di dalam kandungan, kebanyakan orang bisa saja berpikir bahwa kegiatan bayi di dalam rahim ibu hanya sekadar tumbuh, tidur, mendengar, atau menendang-nendang saja. Nyatanya, tak sesederhana itu.

Meski di dalam rahim, bayi juga sudah melakukan berbagai macam aktivitas yang akan ia pergunakan ketika nanti lahir di dunia. Dikutip dari Essential Baby, Senin (30/12/2013), ini dia lima hal mengesankan yang dilakukan bayi di dalam perut ibu guna mempersiapkan diri saat nanti lahir di dunia:

1. Bekerja
Kathy Hansen, ahli sonogram di USG Care menjelaskan bahwa sejak di dalam perut ibu, bayi sudah bisa berolahraga untuk memperkuat otot, sendi, dan tendonnya. Memang tak seperti kegiatan di gym tapi setidaknya kegiatan ini dilakukan bayi sejak awal kehamilan.

"Ia berlatih dan bergerak sekitar setengah jam dan kemudian beristirahat selama setengah jam. Siklus ini diulang selama 24 jam sehari sehingga tak heran mengapa ibu hamil bisa merasa kelelahan," kata Kathy.

2. Membentuk wajah rewel
Hasil penelitian yang dirilis awal tahun ini menujukkan bahwa selama tahap akhir kehamilan, bayi akan berlatih menangis dan membentuk ekspresi wajah sedih serta rewel. Mengingat bahwa menangis dan ekspresi wajah sedih adalah bentuk komunikasi utama bayi.

"Pada trimester ketiga, bayi mulai bisa mengerutkan dahi lalu merilekskan wajahnya seperti melakukan peregangan mulut, tapi tidak benar-benar tersenyum. Selain itu, eskpresi wajah juga bisa jadi bagian pengembangan otak dan pengiriman sinyal melalui sistem saraf pusat," papar Kathy.

3. Menelan
Selama trimester kedua, bayi di kandungan mulai belajar menelan. Sebab, mereka perlu tahu bagaimana cara menelan ketika nanti minum air susu ibu sekaligus membiasakan sistem pencernaannya. Selain itu, proses menelan juga membantu menyeimbangkan cairan ketuban.

Menurut Kathy, di masa akhir kehamilan, bayi bisa menelan sampai 500 ml cairan per hari. Tak hanya itu, belajar menelan juga bisa jadi cara bagi bayi untuk mulai merasakan makanan.

4. Bernapas
"Latihan pernapasan dimulai sejak usia janin 20 minggu ketika Anda bisa melihat kontak diafragma pada janin saat dilakukan USG. Tidak ada alasan lain bagi janin untuk bernapas dalam cairan ketuban kecuali untuk berlatih bernapas serta memperkuat otot dada dan diafragma," kata Kathy.

5. Belajar menghisap
Salah satu cara janin melakukan gerakan menyusu adalah dengan menghisap ibu jari dan jari-jari lain di mana ia hanya menempatkan lidahnya di langit-langit mulut lalu melatihnya bergerak. Kathy mengatakan kadang-kadang ia bisa melihat hal ini saat melakukan USG.

Gerakan lain, disebut oleh dokter kandungan dr Evelyn Chia dengan menutup dan membuka kepalan tangan yakni dengan menggenggam atau meninju tali pusat. "Saat tali pusat di depannya, bayi langsung menggenggamnya dan ini menghentikan aliran darah ke tubuh mereka sehingga pasokan darah berkurang, kemudian tangan melepaskan genggaman sebagai bentuk respons bersantai," papar dr Evelyn.

(rdn/vit)