Tetap berolahraga meskipun saat hamil merupakan hal positif yang dapat memberikan manfaat kesehatan bagi ibu maupun janin dalam kandungan. Bagi ibu yang sedang hamil, olahraga dapat membuatnya tidur yang lebih nyanyak, memiliki daya tahan tubuh lebih kuat, dan suasana hati yang lebih tenang.
Tetapi ada beberapa jenis olahraga yang tidak boleh dilakukan oleh wanita yang sedang hamil karena dapat membahayakan ibu dan janinnya. Jika Anda memang sudah rutin berolahraga sebelum hamil, tanyakan kepada dokter atau bidan apakah olahraga Anda tetap aman ataukah memang harus dihindari.
Seperti dikutip dari WebMd, Selasa (7/1/2013), berikut adalah beberapa jenis olahraga yang tidak boleh dilakukan oleh wanita hamil:L
1. Olahraga berat dan kasar
Olahraga yang berat dan kasar seperti sepak bola, bola basket, dan bulutangkis memiliki risiko tinggi pada kandungan Anda. Hindari olahraga ini setelah trimester pertama, ketika perut Anda mulai membesar.
2. Olahraga yang membutuhkan keseimbangan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3. Olahraga yang mengharuskan mendorong atau menarik
Mendorong sesuatu dapat meningkatkan kinerja atletik, tetapi ketika Anda sedang hamil, hal tersebut dapat mengurangi aliran darah ke rahim Anda. Selama olahraga, misalnya Anda harus dapat menyanyikan satu putaran lagu yang sederhana tanpa kehabisan napas. Jika Anda tidak bisa, itu berarti Anda mendorong terlalu keras, dan berbahaya bagi kehamilan Anda.
4. Aerobik dan kickboxing
Sendi mendapatkan menjadi lebih lemah selama kehamilan yang dapat meningkatkan risiko cedera. Jika Anda melakukan aerobic dan kickboxing sebelum hamil, usahakan untuk tidak melakukannya saat hamil.
5. Terlalu banyak panas
Pada musim panas, usahakan tidak berolahraga di luar ruangan. Anda masih bisa berolahraga di sebuah gym atau dalam rumah. Pastikan saat berolahraga di saat musim panas, Anda minum banyak air agar tidak dehidrasi.
6. Berbaring telentang
Tidak apa-apa untuk berbaring telentang selama beberapa menit. Tapi rahim Anda menjadi lebih berat dan dapat memotong sirkulasi ke kaki serta ke janin Anda jika dilakukan dalam waktu lama. Hindari pose yoga, sit-up, dan kegiatan lain yang mengharuskan Anda untuk berbaring telentang lebih lama.
7. Diving
Jika Anda hobi diving, hindari jenis olahraga ini saat hamil. Perubahan tekanan di dalam laut bisa menempatkan janin pada risiko penyakit dekompresi.
8. Mendaki
Jika Anda pergi ke pegunungan saat sedang hamil, usahakan tidak mendaki terlalu tinggi. Sebelum pergi ke pegunungan, ada baiknya Anda bicarakan dengan dokter atau bidan.
Jika memang sudah terbiasa melakukan olahraga secara rutin sebelum hamil, Anda dapat mengurangi intensitas orahraga tersebut. Olahraga yang disarankan untuk ibu hamil misalnya jogging ringan atau jalan cepat serta mencari kelas yoga prenatal. Jika menyukai olahraga yang mengharuskan menggangkat beban, gunakan bobot yang lebih ringan. Dengan mengangkat bobot yang lebih ringan dapat menjaga otot Anda kuat tanpa menyakiti sendi.
(vit/vit)











































