Terobosan Baru Cangkok Rahim Bakal 'Hamili' 9 Perempuan Swedia

Terobosan Baru Cangkok Rahim Bakal 'Hamili' 9 Perempuan Swedia

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Rabu, 15 Jan 2014 10:02 WIB
Terobosan Baru Cangkok Rahim Bakal Hamili 9 Perempuan Swedia
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Swedia - Adalah mimpi buruk bagi perempuan jika terlahir tanpa rahim, atau kehilangan rahim akibat operasi pengangkatan kanker. Namun berkat kemajuan teknologi, cangkok rahim bisa mengembalikan harapan para perempuan untuk hamil.

Sebanyak 9 perempuan di Swedia menerima cangkok rahim dari donor hidup, yang kebanyakan berasa dari kerabat masing-masing. Para perempuan itu sebelumnya tidak punya peluang hamil karena lahir tanpa rahim atau kehilangan rahim akibat sebab tertentu.

Dengan dilakukannya cangkok rahim, para perempuan tersebut kini bisa kembali berharap untuk punya anak secara biologis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah operasi jenis baru," kata Dr Mats Brannstrom dari University of Gothenburg yang memimpin tim cangkok rahim, seperti dikutip dari Livescience, Rabu (15/1/2014).

Di belahan lain dunia ini, operasi cangkok rahim sebenarnya sudah beberapa kali dilakukan. Namun sejauh ini belum ada seorang perempuan pun yang akhirnya bisa hamil setelah menjalani oeprasi tersebut.

Dalam uji coba operasi jenis baru ini, dokter mentransfer embrio yang diciptakan melalui pembuahan invitro lalu ditanam ke rahim cangkokan. Metode ini memungkinkan para perempuan yang menjalani cangkok rahim bisa hamil dan punya anak biologis.

Jika kehamilan yang diharapkan itu berhasil, maka terapi baru ini bakal memberikan harapan pada lebih banyak perempuan yang tidak memiliki rahim. Sekitar 1 dari 4.500 perempuan lahir tanpa rahim akibat sindrom Mayer-Rokitansky-Kuster-Hauser (MRKH).

Selain karena kelainan bawaan, tidak adanya rahim juga dipicu oleh kondisi tertentu seperti oeprasi pengangkatan rahim akibat kanker di sistem reproduksi. Diperkirakan 40 persen kasus kanker serviks menyerang perempuan pada usia reproduktif.

(up/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads