Keluhan semacam itu disebut momnesia atau pregnancy brain. Sebenarnya kehamilan tidak mengubah otak perempuan, meskipun beberapa ibu hamil merasa tidak bisa berpikir secepat biasanya. Helen Christensen, PhD, dari The Australian National University, mengatakan memang dari beberapa penelitian menunjukkan adanya penurunan memori pada perempuan hamil, namun tidak ada penelitian yang menunjukkan adanya perubahan kapasitas otak selama kehamilan.
Menurut Christensen, adalah normal seseorang menjadi pelupa saat sedang sibuk, stres, ataupun kurang tidur. Pendapat ini diamini Jane Martin , MD, Direktur Neuropsychological Testing and Evaluation Center di New York's Mount Sinai Medical Center. "Bila Anda tidak cukup tidur dan melakukan multitasking, maka memorinya tidak baik," katanya seperti dikutip dari WebMD, Rabu (15/1/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hormon ini mempengaruhi semua jenis neuron di otak. Seiring waktu perempuan untuk melahirkan, ada lonjakan besar oksitosin yang menyebabkan rahim berkontraksi dan tubuh memproduksi susu. Hal ini juga mempengaruhi sirkuit otak," imbuh Brizendine.
Saat hamil, seorang perempuan memiliki prioritas baru yang berbeda dari sebelumnya. Hal ini cukup menyibukkan otaknya sehingga akan mengganggu hal-hal yang umumnya telah menjadi perhatian Anda.
"Anda memiliki begitu banyak rak di otak Anda, dan tiga rak teratas diisi dengan hal-hal yang berkaitan dengan bayi," ucap Brizendine.
Sementara itu penelitian di Inggris menemukan hormon juga mempengaruhi memori spasial, di mana hal ini meliputi kemampuan mengingat letak barang-barang. Hal ini tidak saja dialami perempuan hamil, tetapi juga oleh ibu-ibu baru.
Menjadi begitu pelupa dan tidak mampu berpikir secepat biasanya mungkin cukup mengganggu. Pelupa saat hamil ini rasanya seperti Anda berjalan ke sebuah ruangan untuk mencari sesuatu tapi tidak ingat barang apa yang sedang dicari. Tidak saja menyebalkan bagi orang lain, tetapi juga menyebalkan bagi diri sendiri.
Pakar kesehatan perempuan, Donnica Moore, MD, mengatakan, dari sudut pandang evolusi, gangguan memori ini bisa berguna juga. Karena lebih fokus pada anaknya, maka seorang perempuan akan melupakan hal-hal lainnya. Ketika kandungan semakin besar atau anak baru saja lahir, banyak perempuan yang berpikir bagaimana merawat bayinya, sehingga mereka sangat mungkin mengalami gangguan memori jangka pendek.
Meminimalkan Menjadi Pelupa Saat Hamil
Moore memberi tips jika Anda merasa tidak sepintar biasanya pada saat hamil, maka yang perlu dilakukan adalah dengan lebih menyederhanakan segala hal yang dihadapi. Terkadang seseorang memiliki banyak pikiran karena dirinya sendiri yang menyebabkan hidupnya jauh lebih rumit.
Setelah bayi lahir, seorang ibu baru umumnya menjadi kurang tidur. Inilah salah satu sebab mereka kurang bisa berkonsentrasi. Pada tahun pertama anaknya lahir, menurut Brizendine, seorang ibu menumpuk utang 700 jam tidur. Saat merawat bayi, perempuan mungkin bisa jadi melakukannya dengan cara terbaik, tapi sepertinya untuk kegiatan lain tidak bisa sama baiknya.
Untuk mengatasi keluhan ini ada baiknya Anda menulis daftar kegiatan atau daftar rencana. Jika perlu minta bantuan orang lain untuk menyusun jadwal ini.
Cara lainnya adalah dengan lebih banyak tidur, meskipun hal ini sulit dilakukan oleh orang tua baru. "Beberapa ibu perlu tidur lebih nyenyak. Jika dalam watu seminggu mendapatkan tidur yang baik maka keluhan pregnancy brain ini perlahan akan menghilang.
Kapan pregnancy brain menjadi berbahaya? "Jika Anda sampai lupa telah membawa anak ikut berbelanja, namun Anda malah meninggalkan dia di kursi mobil, maka perlu khawatir. Jika tidak, maka itu masih normal," ucap Brizendine.
(/up)










































