Perubahan yang Terjadi pada Vagina Setelah Melahirkan

Perubahan yang Terjadi pada Vagina Setelah Melahirkan

- detikHealth
Rabu, 22 Jan 2014 13:31 WIB
Perubahan yang Terjadi pada Vagina Setelah Melahirkan
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

1. Vagina Melebar

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Vagina seorang perempuan bisa terlihat lebih lebar dari sebelum melahirkan. Bahkan ada yang melaporkan vaginanya seperti kendur, lebih lembek, dan lebih 'terbuka'. Tak hanya itu, pasca melahirkan, beberapa perempuan merasa vaginanya memar atau bengkak. Menurut konsultan uroginekologi di University College, dr Suzy Elneil, hal ini normal. Pembengkakan dan 'keterbukaan' vagina akan semakin berkurang pada beberapa hari setelah bayi lahir.

Memang vagina mungkin tidak akan kembali sepenuhnya ke bentuk sebelum Anda melahirkan, namun hal ini seharusnya tidak menjadi masalah. Akan tetapi jika Anda khawatir, bicaralah dengan petugas kesehatan atau dokter.

Untuk mengatasi masalah ini dr Elneil menyarankan untuk melakukan latihan dasar panggul atau latihan kegel. Dengan latihan ini maka otot vagina dan otot dasar panggul akan terlatih sehingga bisa lebih kencang. Latihan ini juga bermanfaat untuk mencegah inkontinensia (bocor urine) dan dapat membantu vagina agar terasa lebih kencang.  Latihan kegel juga membuat perempuan bisa mendapatkan seks yang lebih baik.

2. Vagina Kering

Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Adalah normal ketika seorang perempuan merasa vaginanya kering setelah melahirkan. Hal ini terjadi karena terkait dengan rendahnya level estrogen di dalam tubuh dibanding pada saat dirinya masih hamil.

Untuk ibu-ibu yang menyusui anaknya, level estrogen lebih rendah ketimbang mereka yang tidak menyusui bayinya, sehingga keringnya vagina lebih terasa. Ketika masa menyusui selesai dan periode menstruasi telah kembali, tingkat estrogen kembali ke tingkat sebelum kehamilan

Jika keringnya vagina ini sampai mengganggu Anda, maka konsultasikan dengan petugas kesehatan atau dokter. Kemudian jika Anda sudah mulai berhubungan seks lagi dan kekeringan vagina menimbulkan masalah, Anda dapat menggunakan pelumas berbasis air. Coba juga bicarakan masalah ini dengan pasangan, sehingga Anda tidak mengkhawatirkan masalah ini sendiri.

3. Nyeri akibat Jahitan di Perineum

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
"Daerah vagina bisa merasakan nyeri atau sakit pada periode segera setelah melahirkan," kata dr Elneil.

Menurut dia, keluhan ini biasanya berkurang dalam waktu 6-12 pekan setelah melahirkan. dr Elneil kembali merekomendasikan latihan dasar panggul untuk membantu mengatasi masalah ini.

Pada perempuan, perineum adalah daerah tubuh antara anus dan vulva. Daerah ini bisa merasakan sakit, terutama jika kulit robek. Kondisi robeknya kulit ini biasanya segera diperbaiki dokter setelah proses persalinan usai. Obat penghilang rasa sakit bisa membantu, tetapi jika Anda sedang menyusui ada baiknya Anda konsultasikan dengan bidan, dokter, atau apoteker terkait konsumsi obat tersebut.

Sangat penting untuk menjaga daerah perineum agar selalu bersih. Karena itu, cucilah tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut. Pastikan juga Anda mengganti pembalut jika dirasa dibutuhkan. Mandi setiap hari juga penting untuk menjaga perineum Anda tetap bersih.

4. Vagina Sakit Saat Berhubungan Intim

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Tidak ada kapan waktu yang benar-benar tepat bagi Anda untuk melakukan hubungan seks lagi setelah melahirkan. Yang jelas, jangan terburu-buru. Jika hubungan seks menyakitkan, tentu hal itu tidak menyenangkan bukan? Padahal hubungan seks dengan suami seharusnya bisa menjadi semacam 'rekreasi' untuk mengurangi stres dan ketegangan.

Jika rasa sakit saat bercinta muncul karena keringnya vagina, maka aplikasikan pelumas atau pelicin berbahan dasar air. Hal ini bisa membantu mengurangi keluhan. Namun jika rasa tidak nyaman itu datang dari area perineum, ada baiknya Anda mengunjungi petugas kesehatan untuk mengecek apa yang tengah terjadi.

Terkadang setelah melahirkan, beberapa perempuan memang malah berhubungan seks. Hal ini bisa terjadi karena Anda kelelahan setelah seharian mengurus si kecil. Saat merasa lelah, jangan menghindari berhubungan seks tapi bicarakan hal ini dengan pasangan Anda. Saat Anda berdua sudah tahu situasinya, maka Anda dapat mencari jalan keluar bersama-sama. Bagaimanapun, hubungan seks itu membutuhkan pasangan yang saling mengerti dan memahami.

Apabila Anda terus merasa nyeri saat berhubungan seks, cobalah berbicara dengan dokter untuk mencari tahu penyebabnya.
Halaman 2 dari 5
Vagina seorang perempuan bisa terlihat lebih lebar dari sebelum melahirkan. Bahkan ada yang melaporkan vaginanya seperti kendur, lebih lembek, dan lebih 'terbuka'. Tak hanya itu, pasca melahirkan, beberapa perempuan merasa vaginanya memar atau bengkak. Menurut konsultan uroginekologi di University College, dr Suzy Elneil, hal ini normal. Pembengkakan dan 'keterbukaan' vagina akan semakin berkurang pada beberapa hari setelah bayi lahir.

Memang vagina mungkin tidak akan kembali sepenuhnya ke bentuk sebelum Anda melahirkan, namun hal ini seharusnya tidak menjadi masalah. Akan tetapi jika Anda khawatir, bicaralah dengan petugas kesehatan atau dokter.

Untuk mengatasi masalah ini dr Elneil menyarankan untuk melakukan latihan dasar panggul atau latihan kegel. Dengan latihan ini maka otot vagina dan otot dasar panggul akan terlatih sehingga bisa lebih kencang. Latihan ini juga bermanfaat untuk mencegah inkontinensia (bocor urine) dan dapat membantu vagina agar terasa lebih kencang.  Latihan kegel juga membuat perempuan bisa mendapatkan seks yang lebih baik.


Adalah normal ketika seorang perempuan merasa vaginanya kering setelah melahirkan. Hal ini terjadi karena terkait dengan rendahnya level estrogen di dalam tubuh dibanding pada saat dirinya masih hamil.

Untuk ibu-ibu yang menyusui anaknya, level estrogen lebih rendah ketimbang mereka yang tidak menyusui bayinya, sehingga keringnya vagina lebih terasa. Ketika masa menyusui selesai dan periode menstruasi telah kembali, tingkat estrogen kembali ke tingkat sebelum kehamilan

Jika keringnya vagina ini sampai mengganggu Anda, maka konsultasikan dengan petugas kesehatan atau dokter. Kemudian jika Anda sudah mulai berhubungan seks lagi dan kekeringan vagina menimbulkan masalah, Anda dapat menggunakan pelumas berbasis air. Coba juga bicarakan masalah ini dengan pasangan, sehingga Anda tidak mengkhawatirkan masalah ini sendiri.

"Daerah vagina bisa merasakan nyeri atau sakit pada periode segera setelah melahirkan," kata dr Elneil.

Menurut dia, keluhan ini biasanya berkurang dalam waktu 6-12 pekan setelah melahirkan. dr Elneil kembali merekomendasikan latihan dasar panggul untuk membantu mengatasi masalah ini.

Pada perempuan, perineum adalah daerah tubuh antara anus dan vulva. Daerah ini bisa merasakan sakit, terutama jika kulit robek. Kondisi robeknya kulit ini biasanya segera diperbaiki dokter setelah proses persalinan usai. Obat penghilang rasa sakit bisa membantu, tetapi jika Anda sedang menyusui ada baiknya Anda konsultasikan dengan bidan, dokter, atau apoteker terkait konsumsi obat tersebut.

Sangat penting untuk menjaga daerah perineum agar selalu bersih. Karena itu, cucilah tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut. Pastikan juga Anda mengganti pembalut jika dirasa dibutuhkan. Mandi setiap hari juga penting untuk menjaga perineum Anda tetap bersih.

Tidak ada kapan waktu yang benar-benar tepat bagi Anda untuk melakukan hubungan seks lagi setelah melahirkan. Yang jelas, jangan terburu-buru. Jika hubungan seks menyakitkan, tentu hal itu tidak menyenangkan bukan? Padahal hubungan seks dengan suami seharusnya bisa menjadi semacam 'rekreasi' untuk mengurangi stres dan ketegangan.

Jika rasa sakit saat bercinta muncul karena keringnya vagina, maka aplikasikan pelumas atau pelicin berbahan dasar air. Hal ini bisa membantu mengurangi keluhan. Namun jika rasa tidak nyaman itu datang dari area perineum, ada baiknya Anda mengunjungi petugas kesehatan untuk mengecek apa yang tengah terjadi.

Terkadang setelah melahirkan, beberapa perempuan memang malah berhubungan seks. Hal ini bisa terjadi karena Anda kelelahan setelah seharian mengurus si kecil. Saat merasa lelah, jangan menghindari berhubungan seks tapi bicarakan hal ini dengan pasangan Anda. Saat Anda berdua sudah tahu situasinya, maka Anda dapat mencari jalan keluar bersama-sama. Bagaimanapun, hubungan seks itu membutuhkan pasangan yang saling mengerti dan memahami.

Apabila Anda terus merasa nyeri saat berhubungan seks, cobalah berbicara dengan dokter untuk mencari tahu penyebabnya.

(vit/up)

Berita Terkait