Kena Progrexia, Ibu Hamil Ini Cuma Makan Roti, Sup, dan Segelas Kola Sehari

Kena Progrexia, Ibu Hamil Ini Cuma Makan Roti, Sup, dan Segelas Kola Sehari

- detikHealth
Senin, 03 Feb 2014 13:01 WIB
Kena Progrexia, Ibu Hamil Ini Cuma Makan Roti, Sup, dan Segelas Kola Sehari
Claire Fillingham (Foto: MSM)
Yorkshire, Inggris - Saat hamil, seyoiyanya wanita sangat memperhatikan asupan gizinya. Sayang, hal itu tak bisa dilakukan Claire Fillingham karena anoreksia yang dialaminya. Bahkan, ia hanya menjadikan sepotong roti panggang, semangkuk sup, dan segelas kola sebagai menu hariannya.

Claire sudah menderita anoreksia sejak usianya 14 tahun dan kini ia harus berjuang melawan bulimia. Akibatnya, selama hamil, Claire hanya bisa memenuhi asupan 500 kalori perhari, seperempat dari asupan harian yang direkomendasikan untuk wanita hamil.

Saat usia kandungannya tiga bulan, berat badan Claire sudah berkurang 6 kg. Dokter pun memberinya minuman nutrisi untuk membantu memenuhi kebutuhan gizinya tapi Claire mengaku hal itu tidak banyak membantu.

"Aku tahu apa yang kulakukan ini egois. Banyak wanita yang ingin sekali punya anak. Tapi bukannya aku tidak sayang pada janinku, karena anoreksia ini tidak bisa kukendalikan. Ini bukan gaya hidup pilihanku," kata Claire seperti ditulis Mirror, Senin (3/2/2014).

Untuk melawan anoreksia yang sudah dideritanya sejak remaja, Claire pun memilih menikah dengan Lee. Benar saja, saat hamil anak pertama bobot Claire bertambah hingga mencapai angka 62 Kg. Pasca putrinya yang diberi nama India lahir, ia ingin mengembalikan bobotnya.

Sayangnya, kebiasaan lama Claire justru kembali. Ia jadi anti terhadap makanan. Di awal kehamilan putri keduanya kali ini, bobot Claire bisa mencapai 72 Kg tapi ketika bercermin, ia justru benci dengan bentuk tubuhnya sendiri hingga ia jarang makan dan bobotnya saat ini 60 Kg.

"Awalnya aku senang berat badanku bertambah tapi ketika orang berkata aku sehat, aku justru berpikir sehat itu lemak. Mulai saat itu sehari-hari aku bisa hanya minum air putih dan kola lalu di malam hari makan satu kaleng sup. Meski sudah diresepkan milkshake oleh dokter, aku tetap merasa kesakitan," papar Claire.

Menurut sang suami, Lee, anoreksia yang dialami Claire makin menjadi setelah beberapa bulan menikah ayah Claire meninggal karena bunuh diri. Saat itu, keluarga juga sudah menghabiskan dana ratusan juta rupiah untuk mengobati Claire. Usaha mereka berhasil, Claire sudah bisa kembali normal bahkan saat mengandung India.

"Tapi saat India berulang tahun yang kesatu, Claire mulai menemukan masalah. Ia merasa yang ada di tubuhnya hanyalah lemak dan ia tidak percaya diri. orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan atas kondisi ini mungkin berpikir dia egois meskipun sebenarnya dia sakit," kata Lee.

Saat kontrol kehamilan ke Hull Women and Children’s Hospital, dokter mengatakan bahwa bayi yang dikandung Claire sehat-sehat saja. Studi tahun lalu yang dilakukan di University College London menunjukkan bahwa satu dari 14 wanita di Inggris mengalami gangguan makan di awal kehamilannya.

"Bulimia pada ibu berkaitan erat dengan kematian janin, kelahiran prematur, dan keguguran. Selain itu juga mempengaruhi masalah pertumbuhan dan kesehatan mental si kecil," ujar dr Nadia Micali.

(rdn/vit)

Berita Terkait