Caesar adalah operasi kelahiran bayi melalui pembedahan perut atau rahim. Pada mayoritas kasus, operasi caesar dilakukan bila bayi tak bisa dilahirkan secara normal melalui vagina.
Dalam lima tahun terakhir, jumlah ibu yang melahirklan melalui operasi caesar meningkat drastis. Beberapa ibu memang telah merencanakan untuk melakukan operasi caesar, tapi beberapa ibu lain mengalaminya secara tak terduga. Pada beberapa kasus, dokter akan melakukan operasi caesar jika terjadi masalah selama persalinan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang perlu diketahui para calon ibu, caesar adalah operasi besar pada perut yang memiliki risiko sama besarnya dengan operasi-operasi besar lain. Risiko yang mungkin dialami ibu misalnya tinggal lebih lama di rumah sakit, masa penyembuhan yang lebih lama dan lebih menyakitkan, kemungkinan komplikasi pada kehamilan selanjutnya, kehilangan darah dalam jumlah banyak, atau penggumpalan darah pada kaki atau paru-paru ibu.
Tidak hanya itu, ibu yang melahirkan melalui operasi caesar juga berisiko memiliki bekas luka yang menyakitkan, rasa sakit yang lebih lama, gangguan pada perut, kurang sukses ketika menyusui bayi, gagal melakukan IMD, dan masalah pernapasan pada bayi jika bayi terlahir prematur.
Setiap metode persalinan memang memiliki keuntungan dan kerugian. Namun jika Anda tidak ingin melahirkan dengan cara caesar dan kondisi Anda dan bayi memang memungkinkan, maka kiat berikut ini bisa dilakukan, seperti dikutip dari Boldsky, Kamis (6/2/2013):
1. Memahami risiko operasi caesar
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Jika terpesona oleh penjelasan dokter dan Anda berencana untuk melakukan operasi caesar, sebaiknya cermati dulu beberapa risiko yang didapat dari operasi caesar. Pasalnya, jika telah memilih prosedur caesar, melahirkan secara normal tidak mungkin dilakukan. Beberapa risiko umum dan efek tidak menyenangkan dari operasi caesar yakni tertundanya momen menyusui setelah melahirkan, infeksi pada luka, tertundanya kontak langsung antara ibu dengan bayi, bekas luka pada perut, dan luka pada organ dalam seperti rahim dan kandung kemih.
2. Memilih tempat melahirkan yang tepat
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Perlu diingat bahwa operasi caesar bisa menjadi penyelamat hidup jika hal tak diinginkan terjadi. Namun jika tidak menginginkan caesar, solusi terbaik adalah melakukan langkah penghindaran operasi caesar. Caranya dengan mencari tahu penyedia layanan kelahiran dan perawatan persalinan yang memiliki tingkat pasien caesar rendah. Jika rumah sakit pilihan Anda tidak mendukung, beralihlah ke rumah sakit lain.
3. Berkonsultasi dengan dokter
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
4. Menyewa pelatih persalinan
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
5. Tidak menggunakan stimulan persalinan
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
6. Mengikuti kelas melahirkan
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
7. Menghindari pemantauan janin elektronik (EFM)
|
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Halaman 2 dari 8











































