Senin, 24 Feb 2014 18:02 WIB

Nutrisi Ibu Tentukan Kualitas Tali Pusat 'Memberi' Makanan untuk Janin

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ketika sedang berbadan dua alias hamil, sebisa mungkin ibu diminta menjaga asupan gizinya supaya segala jenis nutrisi yang dibutuhkan untuik perkembangan janinnya bisa terpenuhi. Jika ibu sampai kekurangan nutrisi, bayi bisa lahir dengan bobot rendah atau memiliki kemampuan yang kurang baik.

dr Febriansyah Darus, SpOG(K) dari RSPAD Gatot Subroto menjelaskan saat di kandungan, bayi mendapat asupan makanan dari tali pusat yang terdiri dari banyak pembuluh darah yang berfungsi membawa makanan dan darah kaya oksigen dari plasenta ke janin. Pembuluh darah tersebut terdiri dari dua arteri dan satu vena lalu diselimuti semacam pembungkus berbentuk jelly yang disebut wharton jelly.

"Pembungkus ini fungsinya untuk menjaga agar pembuluh darahnya tidak tertekuk sehingga distribusi makanan dan darah yang kaya oksigen bisa dilakukan dengan baik," papar dr Febri di sela-sela 'Lactamil Baby Shower: Siapkan Nutrisi Serta Dukungan Tepat Sejak Persiapan Kehamilan' di Rumah Imam Bonjol, Jl. Imam Bonjol No. 66, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2014).

Namun, jika saat hamil si ibu kekurangan nutrisi, maka bentuk wharton jelly yang ada tipis. Akibatnya, pembuluh darah mudah tertekuk dan membuat penampangnya lebih kecil. Sehingga, distribusi makanan untuk janin menjadi kurang lancar dan bayi kurang mendapat asupan.

"Saat lahir, bayi memiliki tali pusat yang kurus. Makanya kalau kita lihat bayi yang lahir dengan berat badan rendah kan tali pusatnya rata-rata kurus,' ujar dr Febri.

Dokter yang juga berpraktik di RS Hermina Jatinegara ini mengibaratkan pembuluh darah di dalam tali pusat layaknya sebuah selang. Jika wharton jelly-nya baik, maka terdapat pembungkus yang kuat sehingga 'selang' itu tak mudah tertekuk. Justru, ketika selang tersebut mudah tertekuk, suplai gizi untuk janin bisa terganggu.

"Anak itu kan deposito orang tua, kalau kita asal punya anak yang lahir bobotnya besar tapi kemampuan berpikir serta emosionalnya kurang kan sama saja bohong. Maka dari itu penting sekali memenuhi asupan gizi ibu sebelum konsepsi," jelas dr Febri.

Sementara itu, Senior Brand Manager Lactamil, Rizki Imam Ardhi mengatakan masalah utama ibu hamil dan menyusui di antaranya kurang mikronutrien sejak pembuahan dan perubahan pola makan. Dikatakan Rizky, sebelum hamil ibu misalnya terbiasa mengonsumsi junk food lalu saat hamil merasa mual dan tidak doyan makan karena rasa makanan jadi aneh. Sehingga nutrisi yang didapat tubuh berubah.

"Seperti hasil studi kami di Bogor tahun 2011 bahwa enam dari sepuluh ibu hamil dan satu dari tiga ibu menyusui kekurangan mikronutrien sejak pembuahan. Masalah lainnya yaitu kebutuhan informasi tentang bagaimana pola hidup yang sehat," papar Rizky.



(rdn/vit)