Jakarta -
Selepas menikah, setiap pasangan tentu ingin segera menimang anak. Hanya saja tak semuanya langsung diberi kepercayaan untuk mendapatkan karunia ini. Tapi jangan berkecil hati, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menambah peluang kehamilan.
Untuk itu Anda sebaiknya menyimak kembali paparan bagian kedua tentang cara-cara yang diklaim dapat meningkatkan peluang kehamilan seorang wanita, seperti dikutip dari ABC News, Kamis (27/2/2014) berikut ini:
1. Jangan sampai stres kronis
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Sarah Berga, MD, kepala divisi ob-gyn dan kesehatan wanita dari Wake Forest Baptist Medical Center, Winston-Salem, N.C. menerangkan wanita yang tingkat stresnya cukup tinggi akan berhenti berovulasi begitu saja.
2. Berhenti konsumsi gluten
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Studi terbaru dari Columbia University menunjukkan enam persen wanita yang kemandulannya tak diketahui penyebab atau asal-usulnya mengidap penyakit celiac, gangguan pencernaan yang dapat merusak usus kecil dan mengganggu penyerapan nutrisi dari makanan.
"Penyakit tersebut menghasilkan sejumlah antibodi yang dapat mengganggu perkembangan plasenta," tutur peneliti Peter Green, MD.
Setelah partisipan diminta mengonsumsi makanan bebas gluten, mereka pun bisa hamil dalam kurun setahun.
3. Dorong suami untuk turunkan berat badan
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Pria yang kelebihan berat badan atau obesitas dikatakan memiliki jumlah dan konsentrasi sperma yang lebih rendah dibandingkan pria yang kurus atau tak begitu gemuk. Hal ini didasarkan pada temuan sebuah studi di tahun 2013.
4. Berhenti merokok
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
American Society for Reproductive Medicine menegaskan merokok pasti mengakibatkan penurunan kualitas sperma sebagai benih daripada si buah hati.
5. Pindahkan ponsel suami dari kantung celananya
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
|
Menurut sebuah review yang dipublikasikan Environmental Working Group, pria yang menyimpan ponsel di kantung celana atau kantung khusus yang tersambung dengan ikat pinggangnya dilaporkan memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit ketimbang pria yang menyimpan ponselnya di tas atau kantung jaket.
Bisa jadi itu karena gelombang elektromagnetik yang dipancarkan ponsel.
Sarah Berga, MD, kepala divisi ob-gyn dan kesehatan wanita dari Wake Forest Baptist Medical Center, Winston-Salem, N.C. menerangkan wanita yang tingkat stresnya cukup tinggi akan berhenti berovulasi begitu saja.
Studi terbaru dari Columbia University menunjukkan enam persen wanita yang kemandulannya tak diketahui penyebab atau asal-usulnya mengidap penyakit celiac, gangguan pencernaan yang dapat merusak usus kecil dan mengganggu penyerapan nutrisi dari makanan.
"Penyakit tersebut menghasilkan sejumlah antibodi yang dapat mengganggu perkembangan plasenta," tutur peneliti Peter Green, MD.
Setelah partisipan diminta mengonsumsi makanan bebas gluten, mereka pun bisa hamil dalam kurun setahun.
Pria yang kelebihan berat badan atau obesitas dikatakan memiliki jumlah dan konsentrasi sperma yang lebih rendah dibandingkan pria yang kurus atau tak begitu gemuk. Hal ini didasarkan pada temuan sebuah studi di tahun 2013.
American Society for Reproductive Medicine menegaskan merokok pasti mengakibatkan penurunan kualitas sperma sebagai benih daripada si buah hati.
Menurut sebuah review yang dipublikasikan Environmental Working Group, pria yang menyimpan ponsel di kantung celana atau kantung khusus yang tersambung dengan ikat pinggangnya dilaporkan memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit ketimbang pria yang menyimpan ponselnya di tas atau kantung jaket.
Bisa jadi itu karena gelombang elektromagnetik yang dipancarkan ponsel.
(/vit)