Di Negara Ini, Jam Kerja Ibu Hamil Bakal Dipersingkat

Di Negara Ini, Jam Kerja Ibu Hamil Bakal Dipersingkat

- detikHealth
Rabu, 26 Mar 2014 15:59 WIB
Di Negara Ini, Jam Kerja Ibu Hamil Bakal Dipersingkat
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Seoul - Sekarang ini sudah semakin banyak perempuan yang bekerja, sehingga pemasukan keluarga tak lagi hanya bergantung pada suami. Nah, salah satu hal yang dihadapi perempuan pekerja adalah kondisinya pada saat hamil. Untuk meminimalkan peristiwa yang tidak diinginkan pada karyawan hamil, maka jam kerja ibu hamil pun dipersingkat.

Itu adalah kebijakan Pemerintah Korea Selatan. Kebijakan ini diberlakukan kepada pekerja perempuan yang sedang berada di awal atau di akhir masa kehamilannya. Demikian disampaikan Kementerian Tenaga Kerja setempat, seperti dikutip dari The Korea Herald, Rabu (26/3/2014).

Dalam perubahan UU Ketenagakerjaan di Korea Selatan yang diajukan, diatur bahwa waktu kerja perempuan yang hamil kurang dari 12 pekan atau yang lebih dari 36 pekan akan dipotong dua jam. Hal ini dimaksudkan sebagai tindakan pencegahan keguguran yang bisa dialami oleh mereka dengan kehamilan di trimester pertama ataupun bayi lahir prematur setelah usia kehamilan 36 pekan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika disetujui, kebijakan ini akan mulai diberlakukan pada 25 September mendatang dan berlaku untuk perusahaan yang memiliki lebih dari 300 karyawan. Kebijakan ini rencananya akan diperluas ke perusahaan kecil mulai Maret 2016.

Menurut perubahan yang diajukan, pemberi kerja harus memberi izin pemotongan jam kerja karyawan hamil atas permintaan karyawan tanpa pengurangan gaji. Bagi yang melanggar maka akan didenda hingga Rp 52 juta.

Kondisi perempuan hamil yang satu dengan lainnya memang berbeda. Ada ibu hamil yang selama masa awal kehamilan mengalami morning sickness parah hingga tubuhnya selalu lemas, ada ibu hamil yang mengalami flek, namun ada juga ibu hamil yang kondisinya tak jauh beda dengan saat sebelum hamil.

Berikut ini tips agar tetap aktif dan produktif di tempat kerja meskipun sedang hamil, seperti dikutip dari Health Me Up:

1. Makan Makanan Sehat 3-5 Kali Sehari

Saat hamil, usahakan makan lebih sering. Ini bukan berarti Anda harus makan lebih banyak dari saat sebelum hamil, namun bagilah porsi makan Anda menjad1 3-5 kali dalam sehari. Karena di dalam rahim Anda sedang bersemayam janin yang membutuhkan asupan sehat, maka jangan sembarangan makan ya. Makanlah makanan yang benar-benar sehat seperti sayuran, buah-buahan, yoghurt, keju, kecambah, kedelai, susu dan produk telur. Makanan tersebut sangat ideal untuk perempuan pekerja yang sedang hamil.

Penting juga bagi ibu hamil untuk mengonsumsi setidaknya empat porsi kalsium setiap hari. Jangan lupa suplemen folat dan omega-3, seperti yang diberikan oleh dokter, penting juga dikonsumsi untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

2. Makan Snack Sehat Saat Bekerja

Jangan biarkan perut Anda keroncongan meski pekerjaan menumpuk. Jika belum saatnya makan, maka sebaiknya makanlah cemilan sehat seperti popcorn, telur rebus, dan buah sepanjang hari. Mengapa perlu ngemil? Karena kelaparan atau gula darah rendah dapat menyebabkan mual.

Jangan lupa untuk minum yang cukup. Air es atau jus lemon dengan sedikit atau tanpa gula bisa jadi pilihan selain air putih untuk menjaga badan tetap terhidrasi.

3. Tetap Terorganisir

Saat hamil, ada jadwal kontrol ke dokter yang harus masuk dalam agenda. Saking sibuknya bekerja, terkadang waktu kontrol ke dokter jadi terlupakan. Karena itu ada baiknya Anda menulis jadwal kontrol di daftar pengingat pesan di handphone Anda. Cara lainnya adalah tempel jadwal praktik dokter kandungan Anda di meja kerja Anda, sehingga Anda bisa dengan lebih mudah menentukan kapan harus menemuinya.

4. Jangan Lupakan Vitamin C

Pastikan Anda mendapat asupan vitamin C yang cukup. Para ilmuwan dari University of Copenhagen menemukan bahwa kekurangan vitamin C pada ibu hamil dapat menyebabkan kerusakan otak pada janin yang dikandungnya. Yang lebih berbahaya, kerusakan ini tidak dapat diperbaiki dengan memberi suplemen vitamin C setelah bayi dilahirkan. Dapatkan asupan vitamin C dari buah-buahan, jus, atau suplemen.

5. Tidur yang Cukup

Pastikan Anda tidur yang cukup agar tidak mudah ngantuk di kantor. Tidur yang cukup selama 10-11 jam setiap malam penting untuk memastikan aliran darah berjalan dengan baik bagi bayi. Tidur yang cukup juga akan membantu mencegah pembengkakan.

6. Olahraga Ringan

Meski sibuk bekerja, olahraga ringan perlu untuk tetap dilakukan. Cara yang bisa dilakukan antara lain berjalan-jalan di sekitar kantor. Olahraga ringan secara teratur bisa mengurangi risiko pembekuan darah, varises di kaki, serta pembengkakan pada kaki. Hindari juga pekerjaan yang terlalu berat, mengangkat barang-barang berat, atau olahraga berat.

7. Hindari rokok dan alkohol

Saat hamil, usahakan untuk menghindarkan diri dari kegiatan merokok dan asap rokok. Sebab merokok berbahaya bagi ibu dan bayi, lantaran paparan asap rokok dapat menyebabkan kelahiran prematur, berat badan bayi rendah saat hamil, dan kematian bayi.

Terkait alkohol, banyak ahli yang sepakat bahwa tidak ada jumlah alkohol yang aman bagi perempuan hamil. Karena itu idealnya ibu-ibu hamil menjauhi konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol bisa menyebabkan Fetal Alcohol Syndrome (FAS) yang kemudian mengakibatkan keterbelakangan serta cacat lahir pada bayi.

(vit/up)

Berita Terkait