Pertambahan berat badan ibu saat hamil memang lumrah. Hanya saja, jika pertambahan berat badan terlalu drastis pun tak baik bagi bayinya. Lantas berapakah normalnya pertambahan berat badan ibu selama hamil?
"Tergantung dari Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh. Pada orang normal dengan BMI 18,5-24,9 kenaikannya 11,5 hingga 16 kg selama hamil," kata dr Hari Nugroho SpOG dari departemen Obstetri dan Ginekologi RSUD dr Soetomo Surabaya ketika berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (3/4/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, untuk menghitung BMI, caranya yakni dengan mengkuadratkan nilai tinggi badan (dalam satuan meter). Lalu nilai berat badan (dalam satuan kilogram) dibagi hasil kudrat dari tinggi badan. Misalnya perempuan memiliki berat badan 60 kg dan tinggi badan 160 cm (1,6 meter).
Cara menghitungnya pertama kali mengkuadratkan tinggi badan 1,6 X 1,6 hasilnya 2,56. Lalu nilai berat badan dibagi hasil perkalian dari tinggi badan yaitu 60 : 2,56 hasilnya 23,43 dan masuk ke dalam kelompok ideal atau normal. Kategori BMI terbagi menjadi:
1. Nilai BMI kurang dari 19 tergolong ke dalam kelompok kurus.
2. Nilai BMI 19-24,9 masuk ke dalam kelompok ideal.
3. Nilai BMI 25-29,9 masuk kelompok kelebihan berat badan (gemuk).
4. Nilai BMI 30 atau lebih masuk ke dalam kelompok obesitas.
Jika ibu mengalami pertambahan berat badan yang sangat drastis hingga menyebabkan kegemukan, apakah pengaruhnya pada si ibu sendiri serta bayinya?
"Ibu hamil dengan obesitas mempunyai peningkatan resiko terjadinya diabetes melitus saat hamil, kehamilan kembar, darah tinggi saat kehamilan, risiko kelahiran prematur, kelahiran lewat waktu, bayi besar, perdarahan pasca melahirkan, dan operasi caesar," tutur dr Hari.
(rdn/vit)











































