"Kalau ingin punya anak cerdas optimal, tidak bisa secara instan. Biasanya hal seperti ini baru diurus saat anak masuk SD, padahal seharusnya diupayakan sejak dinyatakan hamil," ujar Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak RSUD Dr Soetomo, Dr dr Ahmad Suryawan, SpA(K), dalam acara diskusi 'Gut Brain Axis: Pencernaan Sehat si Kecil Cerdas', yang diselenggarakan di Hotel Gran Melia, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, dan ditulis pada Jumat (4/4/2014).
Menurut dokter yang akrab disapa dr Wawan ini, usia 0-6 tahun merupakan periode kritis (golden moment) bagi perkembangan otak seorang anak. Anak berusia 2 tahun bahkan sudah memiliki 80 persen otak orang dewasa, sedangkan anak usia 2-6 tahun memiliki 95 persen otak orang dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilanjutkan oleh dr Wawan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang wanita selama ia menjalani proses kehamilan, demi mengoptimalkan perkembangan otak janin. Pertama, usahakan untuk memiliki tekanan darah yang tak melebihi batas normal. Tekanan darah perlu diperhatikan semasa kehamilan karena jika melebihi batas normal akan menimbulkan pre-eklampsia, yang jika tidak diobati dengan tepat maka dapat menyebabkan kematian.
"Yang kedua, usahakan ibu hamil jangan sakit, kurang darah, dan terkena infeksi. Oleh sebab itu, saat kontrol ke dokter pasti ibu hamil akan diberikan tambahan zat besi," papar dr Wawan.
Terakhir, dr Wawan mengingatkan pada ibu hamil untuk menghindari stres dan segala faktor pemicunya. Menurutnya, efek yang diakibatkan jika seorang ibu hamil sering mengalami stres tak jauh berbeda dengan hipertensi.
(ajg/vit)











































