dr Ardiansjah Dara Sjahruddin, Sp.OG, M.Kes, obstetri ginekologi di MRCCC Siloam Hospital Semanggi, itu menjelaskan salah satu penyebab pendarahan yang paling umum adalah kegagalan rahim berkontraksi secara normal saat proses persalinan. Maka dari itu terkadang dibutuhkan tindakan induksi persalinan, untuk merangsang timbulnya kontraksi rahim agar terjadi persalinan.
Ia menambahkan bahwa induksi sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan cara operatif (tindakan) atau menggunakan obat-obatan. Induksi dengan cara tindakan antara lain dengan melepas kulit ketuban dari bagian bawah rahim (stripping), pemecahan kulit ketuban (amniotomi), rangsangan pada puting susu, stimulasi listrik, pemberian bahan bahan ke dalam rahim atau anus, dan hubungan seksual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu cara induksi yang masih belum banyak diketahui oleh orang-orang, adalah dengan hubungan seksual. Berhubungan seksual dengan pasangan ternyata mampu membantu proses persalinan. dr Ardiansjah pun menyarakan kepada ibu hamil, untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangannya ketika memasuki semester 3 masa kehamilan. Karena sperma pada pria, bisa membantu menimbulkan kontraksi.
Dalam kesempatan itu dia memaparkan kematian ibu yang sering terjadi disebabkan karena rahim yang gagal kontraksi. Hal tersebut menyebabkan pendarahan yang tidak berhenti, karena darah keluar seperti keran. Pada ibu yang akan melahirkan, induksi umumnya dilakukan dengan pematangan mulut rahim.
"Dimatangkan artinya dibikin lunak. Kalau ada kontraksi dari puncak rahim, sudah harus lunak mulut rahimnya. Kalau tidak lunak maka tidak akan turun bayinya," kata dr Ardiansjah.
(vta/vta)











































