Jangan Sampai Seperti Kartini, Kenali Tanda Preeklampsia Sebelum Terlambat

Jangan Sampai Seperti Kartini, Kenali Tanda Preeklampsia Sebelum Terlambat

- detikHealth
Senin, 21 Apr 2014 17:03 WIB
Jangan Sampai Seperti Kartini, Kenali Tanda Preeklampsia Sebelum Terlambat
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - RA Kartini menghembuskan napas terakhir saat melahirkan anak pertama dan satu-satunya. Ia meninggal karena komplikasi saat melahirkan, salah satunya karena preeklampsia. Gejala preeklampsia bisa dikenali agar segera diambil tindakan dan tidak terlambat seperti Kartini.

Kartini meninggal pada 17 September 1904 karena komplikasi saat melahirkan. Teknologi yang terbatas saat itu membuat Kartini yang baru berusia 25 tahun tak bisa bertahan. Tekanan darah tinggi saat hamil atau preeklampsia disebut-sebut sebagai salah satu penyebab kematiannya.

Preeklampsia dapat berkembang secara bertahap tetapi sering dimulai secara tiba-tiba, setelah 20 minggu kehamilan. Preeklampsia dapat terjadi secara ringan sampai parah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika tekanan darah Anda normal sebelum hamil, tanda dan gejala preeklampsia antara lain seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Senin (21/4/2014):

1. Tekanan darah tinggi (hipertensi) 140/90 mm Hg atau lebih, didokumentasikan pada dua kesempatan setidaknya enam jam tetapi tidak lebih dari tujuh hari terpisah.
2. Kelebihan protein dalam urine (proteinuria)
3. Sakit kepala parah
4. Perubahan penglihatan, termasuk hilangnya penglihatan sementara, penglihatan kabur atau sensitivitas cahaya
5. Nyeri perut bagian atas, biasanya di bawah rusuk di sisi kanan
6. Mual atau muntah
7. Pusing
8. Penurunan jumlah urine
9. Kenaikan berat badan tiba-tiba, biasanya lebih dari 0,9 kg dalam seminggu.

Kapan harus ke dokter?

Segera hubungi dokter atau pergi ke UGD rumah sakit jika Anda mengalami sakit kepala parah, penglihatan kabur, atau sakit parah pada perut saat usia kehamilan lebih dari 20 minggu.

Karena sakit kepala, mual, dan nyeri adalah keluhan umum pada kehamilan, sulit untuk tahu persis kapan gejala-gejala tersebut menjadi masalah serius, terutama pada kehamilan pertama. Jika Anda khawatir tentang gejala-gejala yang dialami, segeralah hubungi dokter.

Jika ibu hamil mengalami preeklampsia, satu-satunya obat adalah melahirkan dengan segera. Jika preeklamsia terdiagnosa pada usia kandungan yang terlalu kecil untuk melahirkan, Anda dan dokter harus menghadapi tugas yang menantang. Bayi membutuhkan lebih banyak waktu untuk berkembang, tetapi Anda juga harus menghindari risiko komplikasi serius pada diri Anda atau bayi.



(mer/vta)

Berita Terkait