Tidak Perlu Caesar, Ibu Terinfeksi HIV/AIDS Bisa Melahirkan Secara Normal

Tidak Perlu Caesar, Ibu Terinfeksi HIV/AIDS Bisa Melahirkan Secara Normal

- detikHealth
Jumat, 25 Apr 2014 09:43 WIB
Tidak Perlu Caesar, Ibu Terinfeksi HIV/AIDS Bisa Melahirkan Secara Normal
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Timbul kekhawatiran bagi ibu hamil yang terkena HIV/AIDS terkait masalah persalinan. Selama ini banyak yang menilai bahwa ibu hamil yang terkena HIV/AIDS harus melakukan persalinan secara caesar.

Namun Menteri Kesehatan RI dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH menyatakan bahwa kini ibu-ibu hamil yang terkena HIV/AIDS tidak perlu lagi melakukan persalinan secara caesar. Dengan kata lain, persalinan normal pun sudah bisa dilakukan untuk ibu yang terkena HIV/AIDS.

"Sekarang yang bersalin caesar itu hanya diperuntukkan bagi ibu-ibu yang kehamilannya ada indikasi untuk caesar. Jadi kalau ibu-ibu yang terkena HIV/AIDS itu tidak diharuskan caesar, ya berarti normal saja," tutur Nafsiah saat ditemui pada Press Conference terkait HIV/AIDS pada Wanita yang diadakan di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, dan situlis pada Jumat (25/4/2014).

Nafsiah menjelaskan bahwa peraturan terkait persalinan ibu yang terkena HIV/AIDS memang sudah mengacu pada aturan yang ditetapkan oleh WHO. Jadi, persalinan normal adalah yang paling disarankan kecuali jika sang ibu memiliki masalah berat sehingga memang harus dilakukan caesar. "Caesar itu bukan standart operating procedure (SOP) untuk ibu hamil yang terkena HIV/AIDS," lanjutnya.

Tidak hanya terkait masalah persalinan, masalah pemberian air susu ibu (ASI) juga kerap menjadi pertanyaan bahwa apakah ibu yang terkena HIV/AIDS boleh memberikan ASI kepada bayinya. Untuk itu, Nafsiah memberikan jawaban yang serupa.

"Untuk ASI juga boleh kok. Jadi ibu yang terkena HIV/AIDS memang harus memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kepada bayinya, tapi tanpa disertai dengan apapun. Hanya ASI," terang Nafsiah.

Setelah 6 bulan diberikan ASI eksklusif, barulah setelah itu bayi boleh diberikan asupan lainnya, seperti bubur maupun susu formula. Ini artinya, pemberian ASI dari ibu yang terkena HIV/AIDS tidak jauh berbeda dengan pemberian ASI pada umumnya.

(vit/vit)

Berita Terkait