Senin, 28 Apr 2014 16:30 WIB

Ingin Hamil? Perhatikan Usia dan Konsumsi Asam Folat Anda

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Yogyakarta - Memasuki usia 20-an, wanita didorong untuk segera menikah dan memiliki keturunan karena di usia-usia inilah kualitas sel telur mereka sedang berada pada puncaknya. Selain itu, nutrisi ternyata juga berpengaruh besar.

"Dari meta-analysis maupun statistical review, semuanya menyatakan asam folat itu penting baik sebelum kehamilan maupun pada kehamilan muda," tandas dr Hasto Wardoyo, Sp.OG.(K) dalam Seminar Kebijakan dan Asuhan Nutrisi Sejak Kehamilan dan Tumbuh Kembang Anak di Hotel Grand Quality Yogyakarta dan ditulis Senin (28/4/2014).

Terutama bagi wanita berusia di atas 35 tahun. Menurut dr Hasto, kualitas oosit atau sel telur pada wanita dengan kelompok usia ini mengalami penurunan yang signifikan, namun konsumsi asam folat dapat membantu si wanita memperbaiki kualitas sel telurnya sehingga siap untuk dibuahi.

"Zinc atau seng juga penting tapi karena yang rekomendasinya A adalah asam folat maka sebelum kehamilan itu kita bisa siapkan oosit-nya dengan cara memberikan asupan asam folat," tegasnya dalam seminar yang diselenggarakan Paguyuban Dokter Sleman tersebut.

dr Hasto juga memperkuat rekomendasi tersebut dengan mengungkap hasil salah satu penelitian. Pada percobaan pertama, sel telur dari wanita muda yang sudah diberi asam folat diambil kemudian dibuahi lalu embrionya diletakkan di dalam rahim wanita lansia. Kehamilannya pun bagus.
 
"Kemudian dibalik, telurnya orang yang berusia 40 tahun diberi asam folat dengan dosis yang sama, kemudian difertilisasi jadi embrio dan dimasukkan ke rahim orang muda. Namun ternyata kehamilannya tidak sesukses yang pertama. Tapi ketika tanpa menggunakan asam folat, ternyata baik telur orang muda maupun orang tua, embrio yang dihasilkan sama-sama kurang bagus," paparnya.

Dari situ dapat disimpulkan bahwa dalam kehamilan, dua variabel yang sangat menentukan bagi wanita adalah usia dan nutrisi yang diasupnya.

Akan tetapi pakar fertilitas yang juga Bupati Kulon Progo tersebut mengatakan pada pria, asupan yang sangat mempengaruhi kesuburannya adalah zinc dan vitamin C, meskipun asam folat juga penting bagi mereka. Bedanya, usia pria tidak mempengaruhi kesuburannya.

"Pada perokok yang diperiksa spermanya, jumlahnya memang cukup tapi gerakannya tidak excellent (sempurna), begitu juga jika mereka minum alkohol. Tapi ketika diberi vitamin C, kualitas sperma perokok sekalipun masih mengalami peningkatan," pungkasnya.



(lil/vit)