Setiap ibu yang tengah berbadan dua tentu ingin menjalani kehamilannya dengan sehat dan melahirkan dengan selamat. Sayangnya, berbagai faktor bisa membuat ibu hamil muda mengalami flek. Ibu hamil anak laki-laki pun dipercaya lebih berisiko ngeflek. Benarkah begitu?
Flek saat kehamilan di bawah usia 20 minggu adalah ancaman keguguran, sehingga setiap kejadian flek-flek di bawah usia kehamilan 20 minggu disebut sebagai ancaman keguguguran atau dalam istilah medis abortus imminent.
"Tidak ada hubungan antara jenis kelamin bayi dengan risiko ngeflek saat hamil muda," tegas dr Hari Nugroho, SpOG, dari Divisi Ginekologi Onkologi Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUD dr Soetomo Surabaya, kepada detikHealth, Rabu (30/4/2014).
dr Hari menjelaskan beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan keguguran adalah merokok, minum alkohol, penggunaan narkoba, kejadian keguguran sebelumnya, usia ibu di atas 35 tahun, obesitas (kegemukan) atau terlalu kurus, dan minum kopi lebih dari 8 cangkir sehari.
"Semua flek-flek saat kehamilan di bawah 20 minggu berisiko keguguran," jelas dr Hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(mer/vta)











































