"Pada dasarnya sebagian besar ibu hamil dengan berat badan normal sebelum hamil akan mengalami peningkatan berat badan yang normal pada saat kehamilan dengan acuan pada kehamilan tunggal, bukan kembar," kata dr Hari Nugroho SpOG kepada detikHealth, Senin (2/6/2014).
Ditambahkan dr Hari, peningkatan berat badan ibu saat hamil tidak berjalan linear. Misalnya total kenaikan sembilan kg selama sembilan bulan tidak berarti tiap bulan naik satu kg. Dalam tiga bulan pertama kenaikan berat badan lebih sulit sedangkan pada bulan empat hingga sembilan peningkatan bertambah bisa drastis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, apabila ingin menurunkan risiko penyakit selama kehamilan baik dari sisi ibu maupun anak, sebaiknya dilakukan penurunan berat badan sebelum memutuskan untuk hamil.
Sementara itu, pakar gizi dari RS Pusat Pertamina dr Titi Sekarindah MS, SpGK berpesan kepada ibu hamil janganlah makan berlebihan, cukupi kebutuhan protein, sayur, buah, dan jangan lupa minum susu untuk tambahan nutrisi selama mengandung.
"Sebaiknya jangan mengurangi asupan karbohidrat, tetap harus makan nasi karena itu kan sumber energi untuk metabolisme tubuh. Kalau nggak mau makan nasi, ganti dengan sumber karbihidrat lain seperti kentang atau pasta yang penting mencegah agar pertambahan bobotnya tidak terlalu banyak," terang dr Titi.
Untuk menghitung BMI, kuadratkan nilai tinggi badan (dalam satuan meter). Lalu nilai berat badan (dalam satuan kilogram) dibagi hasil kudrat dari tinggi badan. Nah berikut ini acuan penambahan berat badan ibu hamil sesuai BMI:
-BMI <18,5 peningkatan berat 12,5-18 kg
-BMI 18,5-24,9 peningkatan berat 11,5-16 kg
-BMI 25-29,9 peningkatan berat 7-11,5 kg
-BMI ≥30 peningkatan berat 5-9 kg
(rdn/up)











































