Ibu hamil memang diperbolehkan berpuasa selama kehamilannya sehat, tidak sakit-sakitan, serta memiliki kadar albumin dan hemoglobin yang normal. Tetapi, selama berpuasa ibu hamil tetap harus memperhatikan beberapa prinsip.
Seperti dikatakan dr Pauline Endang Praptini, MS, SpGK, ibu hamil yang berpuasa harus tetap memperhatikan kecukupan asupan karena ia tidak sendiri, dengan kata lain ada janin di rahimnya yang sedang dalam kondisi tumbuh dan berkembang.
"Menu tetap seperti kebiasaan makan biasanya, makan tetap tiga kali, jangan lupa makan buah dan sayur, lalu minum susu karena saat puasa kebutuhan nutrisi normal harus tetap terpenuhi, hanya jamnya saja berbeda," terang dr Pauline.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dibutuhkan dapat mengonsumsi susu. Jika susu tidak diminum saat berbuka atau menjelang tidur, dr Pauline menyarankan ibu hamil untuk menyempatkan minum susu di waktu sahur, tepatnya menjelang imsak dan dilengkapi dengan buah.
"Makanan lengkap tetap harus masuk. Kebutuhan kalori ibu hamil itu di trimester pertama masih sama seperti sebelum hamil, masuk trimester dua dan tiga butuh tambahan 300-500 kalori," kata dr Pauline kepada detikHealth dan ditulis pada Kamis (17/7/2014).
Nah, tambahan sebesar 300-500 kalori bisa didapat dengan mengonsumsi karbohidrat dan protein. Sementara itu, khusus bagi ibu menyusui, kebutuhan kalorinya dikatakan dr Pauline hampir sama dengan ibu hamil karena harus memproduksi ASI.
Terutama kebutuhan cairan, baik ibu hamil atau menyusui ditekankan dr Pauline harus memenuhi kebutuhan cairan dengan minum sekitar 8-10 gelas air putih. Meskipun, kebutuhan cairan juga bisa didapat dari sayur dan buah.
"Untuk mengakalinya, minumlah air satu gelas waktu buka puasa, setelah selesai makan hidangan pembuka, saat makan malam, menjelang Tarawih, selesai Tarawih, mau tidur, bangun tidur, saat sahur dan selesai sahur," papar dr Pauline.
"Dengan begitu kan kebutuhan delapan gelas air sehari sudah terpenuhi. Untuk penuhi kebutuhan cairan boleh juga dari buah yang banyak mengandung air," tandas dr Pauline.
(rdn/ajg)











































