Sudah banyak studi yang mengatakan akibat dari bumil yang obesitas. Salah satunya juga dapat berakibat pada bayi yang akan dilahirkan. Berikut beberapa akibat bayi yang lahir dari ibu yang obesitas seperti dirangkum detikHealth, Rabu (13/8/2014).
1. Lahir Prematur
|
|
"Temuan ini dianggap penting jika dilihat dari perspektif populasi. Pasalnya bayi yang lahir prematur, apalagi prematur ekstrim berkontribusi besar terhadap kematian dan morbiditas bayi di sejumlah negara dengan penduduk berpendapatan tinggi" jelas Profesor Sven Cnattingius dari Karolinska Institute, Stockholm.
2. Kematian di Usia Muda
|
|
"Pesan utama dari studi ini adalah bahwa kelebihan berat badan dan obesitas pada ibu dapat meningkatkan risiko kematian bayi. Oleh karena itu, penyesuaian gaya hidup dan perubahan berat badan di usia subur seharusnya menjadi perhatian penting," imbuh penulis utama studi, Dagfinn Aune dari Imperial College London.
3. Mengidap Asma
|
|
Menurut dokter spesialis ob-gyn di Lenox Hill Hospital, New York, dr. Jennifer Wu, mengatakan bahwa hal ini dapat ditanggulangi dengan olahraga rutin. Kalau pun tidak terlalu aktif, jalan kaki selama 20 menit setiap empat kali seminggu juga merupakan alternatif lain dari berolahraga.
4. Lebih Rentan Penyakit Jantung dan Stroke
|
|
Ibu hamil yang mengalami kegemukan, lebih mungkin memiliki bayi dengan ketebalan intima-media yang semakin tebal, terlepas dari berat bayi yang ditimbang saat lahir. Berkembangnya penyumbatan pembuluh darah dalam aorta perut merupakan salah satu tanda-tanda fisik awal peningkatan risiko penyakit jantung.
5. Perkembangan Otak Terhambat
|
|
"Wanita gemuk yang memiliki anak yang juga gemuk tidak terlalu mengejutkan, tetapi mungkin akan mengejutkan jika hal tersebut berpengaruh besar terhadap perkembangan otak anak," kata dr. Andrea Edlow, penulis utama studi tersebut.
6. Mewarisi Gemuk
|
|
Selain itu, kadar lemak tubuh mereka pun lebih besar 2,5 persen daripada bayi yang lahir dari ibu dengan berat badan normal. Menurut Emma Carlsen, peneliti dari Hvidovre Hospital, University of Copenhagen, Denmark, perbedaan ini terjadi karena komposisi tubuh yang berbeda antara bayi yang lahir dari ibu obesitas dengan bayi dari ibu normal.
Halaman 2 dari 7











































