Hasil penelitian yang dilakukan di AS menunjukkan ibu yang mengandung dalam keadaan mengidap diabetes diduga dapat meningkatkan risiko penyakit serupa pada bayi mereka, bahkan hingga enam kali lipat.
Pembuktian tersebut melibatkan 255 anak obesitas namun memiliki toleransi glukosa yang normal. Mereka dipilih untuk mengikuti studi ini ketika usianya baru 12 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Percobaan serupa diulangi kembali tiga tahun kemudian.
Hasilnya, 210 anak (82 persen) terhindar dari risiko diabetes karena ibunya tidak mengidap diabetes gestasional ketika mereka berada dalam kandungan. Namun yang menjadi perhatian kemudian adalah 45 anak (18 persen) lainnya.
Pasalnya 31 persen anak yang ibunya mengidap diabetes gestasional pada akhirnya juga mengalami kondisi serupa, atau setidaknya memiliki risiko pradiabetes, misalnya gangguan toleransi glukosa (impaired glucose tolerance/IGT).
"Mereka juga memperlihatkan sensitivitas insulin yang rendah, dan ini kan ada kaitannya dengan diabetes tipe 2," kata ketua tim peneliti, Dr Sonia Caprio seperti dikutip dari jurnal Diabetologia, Rabu (27/8/2014).
Menurut Dr Caprio, sudah lama para pakar mengetahui bayi-bayi yang ibunya mengidap diabetes gestasional akan cenderung kesulitan mengatur atau menyeimbangkan gula darahnya, bahkan ketika usianya masih terlalu muda.
"Tapi dari anak-anak ini makin jelas ada penurunan fungsi sel beta, atau sel-sel yang bertugas memproduksi insulin sehingga sensitivitas (insulin) mereka berkurang," imbuhnya.











































