Sering Minum Antidepresan Saat Hamil Tingkatkan Risiko ADHD pada Anak

Sering Minum Antidepresan Saat Hamil Tingkatkan Risiko ADHD pada Anak

- detikHealth
Senin, 01 Sep 2014 08:08 WIB
Sering Minum Antidepresan Saat Hamil Tingkatkan Risiko ADHD pada Anak
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Bagi sebagian orang, mengonsumsi obat antidepresan merupakan cara terbaik jika mereka sedang stres. Meski begitu, hal tersebut perlu diwaspadai terutama bagi Anda yang sedang hamil atau berniat memiliki anak.

Studi terbaru mengatakan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi obat antidepresan dapat menumbuhkan anak dengan attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD). Penelitian ini dilakukan pada anak-anak yang telah berumur dua hingga 19 tahun sebanyak 7.800 anak.

Hasil penelitian ini mengatakan bahwa mereka yang telah diberi antidepresan ketika di dalam kandungan cenderung memiliki sifat impulsif, gelisah, dan hiperaktif. Sifat-sifat ini merupakan sifat yang dimiliki oleh anak-anak dengan ADHD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian di Inggris ini pun melihat bahwa sebenarnya hanya sedikit ibu hamil yang mengonsumsi antidepresan. Dari 7.800 anak, hanya 2.200 anak yang memiliki sifat ADHD sedangkan sisanya tidak. Dokter pun hanya memberi obat ini jika si ibu benar-benar mengalami tingkat depresi yang cukup parah.

"Depresi pada ibu ketika hamil berhubungan dengan kesehatan dari kedua pihak baik ibu dan sang anak," jelas penulis studi ini, seperti dikutip dari berbagai sumber, Senin (1/9/2014).

Selain itu, menurutnya meminum antidepresan secara tidak berkelanjutan selama hamil dapat meningkatkan risiko sakit lima kali lebih besar. Mengonsumsi antidepresan saat hamil juga tidak membuat anak menjadi autis.

"Kita tahu bahwa depresi yang tidak dijaga dapat menjadi risiko yang serius bagi ibu dan anak, oleh karena itu ini sangat penting bahwa wanita yang sedang menjalani pengobatan dengan antidepresan yang sedang hamil, atau memikirkan untuk memiliki anak, tahu bahwa medikasi seperti ini tidak akan meningkatkan risiko anak mereka terkena autis," jelas dr Roy Perlis, ketua peneliti ini.

Meski begitu, penelitian ini tetap butuh diteliti lebih lanjut. Bagi direktur ilmiah dari Spanish Centre for Biomedical Research in Mental Health, dr Celso Arango, belum ada efek yang jelas dari penggunaan antidepresan.



(rdn/rdn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads