Misalnya saja jahe dan akupunktur yang disebut-sebut bisa membantu mengatasi morning sickness. Benarkah itu? lalu bagaimana dengan info lain bahwa ibu yang suka makan sayur dan buah saat hamil kelak anaknya juga hobi makan sayur dan buah?
Nah, simak pemaparannya seperti dirangkum detikHealth, Senin (6/10/2014) berikut ini:
1. Perut sering mulas saat hamil, rambut bayi nantinya lebat
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Dikatakan pemimpin studi Kathleen Costigan RN, MPH, tingginya kadar estrogen dan progesteron (hormon kehamilan yang bisa menstimulasi pertumbuhan rambut), bisa mengendurkan katup esofagus. Akibatnya, asam lambung pun naik ke kerongkongan dan bisa menimbulkan efek mulas di perut.
2. Jahe dan akupunktur bisa meringankan morning sickness
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Dalam analisis ini, kami hanya menemukan sedikit bukti untuk mendukung hal tersebut. Namun, jika Anda ingin mencobanya silakan saja karena pada beberapa wanita hamil, cara ini bisa mengatasi morning sickness yang mereka alami, asal berkonsultasilah dengan dokter sebelum mencobanya,' terang Donal O Mathuna, PhD, dosen senior di Dublin City University school of Nursing, Irlandia.
3. Ingin bersalin normal dan sebelumnya pernah caesar akan berisiko untuk ibu dan anak
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Menurut dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, pada prinsipnya syarat untuk dilakukan VBAC atau TOLAC (Trial of Labor After C-Section) adalah bekas operasi tidak lebih dari 1 kali dengan irisan operasi caesar sebelumnya di segmen bawah rahim. Kemudian, persalinan dilakukan di RS dengan kecepatan dilakukan operasi jika terjadi kegawatan karena kemungkinan terjadinya rahim robek pada bekas operasi caesar lebih tinggi dibandingkan belum pernah caesar, tidak lebih dari 30 menit.
Persalinan juga dilakukan di RS dengan fasilitas alat monitor jantung bayi terus-menerus. Taksiran berat janin tidak lebih dari 4 kg, tidak ada kelainan letak janin, ukuran bayi dan panggul pun disimpulkan bisa lahir normal, serta ibu tidak kegemukan.
"Persalinan paling aman dilakukan dengan jarak operasi sebelumnya sekitar 18-24 bulan, kurang dari 18 bulan risiko robekan rahim spontan meningkat, tetapi bukan berarti tidak boleh," kata dr Hari.
4. Epidural bisa meningkatkan peluang ibu untuk menyusui
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Mereka menemukan dari 1.054 wanita bersalin, di mana 351 orang bersalin tanpa epidural, mereka tetap sukses menyusui bayinya. Menurut ketua studi, Andrew Shennan MD, profesor kebidandan di King's College London, tidak terdapat perbedaan signifikan keberhasilan antara ibu menyusui yang bersalin menggunakan epidural atau tidak.
"Epidural sangat amat dan bisa mempermudah persalinan. Otomatis, kondisi ibu dan bayi bisa lebih optimal, termasuk inisiasi menyusu dini akan lebih mudah dilakukan," kata Shennan.
5. Ibu hamil suka makan sayur, anaknya pun akan hobi makan sayur
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Studi di journal Pediatric juga menunjukkan rasa aneka makanan pun dirasakan bayi lewat ASI. Dalam studi tersebut, bayi 4-8 bulan yang ibunya sering mengonsumsi sayuran hijau, bisa makan sayur lebih cepat dan tiga kali lebih sering makan sayur dibandingkan dengan bayi yang saat menyusu ASI, si ibu jarang makan sayur hijau.
Sama halnya jika ibu kerap mengasup makanan asin, gurih, dan manis saat mengandung, si anak nantinya akan lebih tertarik dengan junk foood, demikian dikatakan sebuah studi terbaru.
Halaman 2 dari 6











































