Demi Punya Anak, Wanita Ini Rela Embrionya Dilem

Demi Punya Anak, Wanita Ini Rela Embrionya Dilem

- detikHealth
Senin, 20 Okt 2014 16:07 WIB
Demi Punya Anak, Wanita Ini Rela Embrionya Dilem
Emma, Paul dan Ethan Riley (Foto: Mirror)
Milton Keynes, Inggris - 15 tahun sudah Emma dan Paul menunggu untuk punya anak. Beberapa waktu lalu akhirnya Emma bisa melahirkan bayi laki-laki yang sehat setelah rahimnya dilem dengan embrio si bayi. Wow.

Sejak tahun 1999, pasangan ini telah mencoba berbagai cara untuk membuat Emma hamil, namun gagal. "Setelah bertahun-tahun mencoba, tak ada yang berhasil. Kami juga sudah menjalani berbagai tes tapi tak ada satupun dokter yang menemukan kesalahan pada diri kami. Dan hasil tesnya terus saja negatif," tutur Emma seperti dikutip dari Mirror, Senin (20/10/2014).

Terlebih setelah itu Emma didiagnosis mengidap sindrom ovarium polisistik, sehingga ia makin sulit untuk mengandung. Hingga akhirnya di bulan Desember 2012, mereka memutuskan untuk mencoba IVF atau bayi tabung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa butir sel telur Emma diambil lalu dibuahi dengan sperma suaminya di lab milik klinik terapi kesuburan, CARE Fertility yang terletak di Milton Keynes, Bucks, Inggris.

"Dokter mengatakan mereka berhasil memperoleh 10 embrio. Tapi beberapa di antaranya mati sehingga yang tersisa tinggal tiga embrio. Kami kira peluang kami untuk menjadi orang tua makin kecil," kata Emma.

Akan tetapi sebelum menanamkan embrio yang berhasil terbentuk pasca pembuahan ke dalam rahim sang bunda, tim dokter menawarkan kepada kedua pasangan ini untuk mencoba teknik radikal baru.

Teknik ini dikenal dengan nama Embryoglue, di mana embrionya dilem atau ditempelkan ke rahim sang ibu untuk memastikan embrio itu berhasil tumbuh menjadi janin.

Sang suami, Paul (43) mengaku sangat terkejut ketika mendengar soal prosedur pengeleman ini. Mereka tak pernah mendengar ada prosedur semacam ini sebelumnya. Tapi karena putus asa, mereka pun sepakat untuk mencobanya.

Salah satu embrio kemudian dicelupkan terlebih dahulu ke dalam cairan lem super. Selepas itu barulah ditanamkan ke dalam rahim Emma. Prosedur ini dilaksanakan pada bulan Juli 2013.

Bayangkan betapa bahagianya pasangan ini ketika dua minggu kemudian Emma dinyatakan hamil. Bayi mereka pun akhirnya lahir pada bulan Maret tahun ini. Ethan Riley lahir dengan berat 2,7 kg di Milton Keynes Hospital setelah melalui proses kehamilan yang penuh perjuangan.

"Bagaimana tidak, saya sempat pendarahan di minggu ke-9. Ini sangagerikan hingga saya harus dilarikan ke RS. Beruntung bayi kami bertahan. Tapi ini terjadi lagi di minggu ke-36, dan ternyata pejuang kecil kami juga tetap bertahan dan akhirnya lahirlah ia seminggu kemudian," kisah Emma lega.

Namun kini keluarga mereka telah lengkap. Kebahagiaan terpancar dari pasangan yang telah menunggu anak pertama mereka selama bertahun-tahun ini.

Embryoglue sendiri sebenarnya baru diperkenalkan oleh CARE Fertility 18 bulan lalu. Dari hasil riset mereka telah terbukti prosedur ini dapat meningkatkan kemampuan si embrio untuk tetap berada di sisi rahim ibunya setelah ditanam lalu berkembang menjadi janin.

Bahkan peluang pembentukan janin dengan prosedur pengeleman ini terbukti meningkat hingga 8 persen.




(lil/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads