Pesan Menkes Nila untuk Bumil: Ingat, Otak Anak Dibentuk Sejak di Kandungan

Pesan Menkes Nila untuk Bumil: Ingat, Otak Anak Dibentuk Sejak di Kandungan

- detikHealth
Jumat, 21 Nov 2014 12:36 WIB
Pesan Menkes Nila untuk Bumil: Ingat, Otak Anak Dibentuk Sejak di Kandungan
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Kebutuhan akan nutrisi memang harus menjadi prioritas bagi ibu hamil. Sebabnya, nutrisi tidak hanya diperlukan bagi kesehatan ibu, namun juga bagi perkembangan janin yang ada di dalam perut.

Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek, SpM(K) pun menyadari hal tersebut. Karena itulah, ia mewanti-wanti ibu hamil agar mencukupi kebutuhan nutrisi agar kelak anak yang lahir tidak mengalami gangguan tumbuh kembang terutama dari segi kognitif.

"Memang antara pendidikan dan kesehatan itu seperti telur dan ayam ya. Mana yang lebih dulu? Tapi saya pengang kesehatan dulu," tutur Menkes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebabnya kesehatan janin sangat penting supaya nanti tidak mengalami gangguan tumbuh kembang, terutama dari sisi kognitif. Ingat ya, 80 persen pembentukan otak anak dimulai sejak dalam kandungan," tambah Menkes Nila lagi dalam peresmian TPA Serama milik Kementerian Kesehatan di Gedung Kemenekes,‎ Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2014).

‎Menkes juga mengibaratkan otak seperti komputer. Jika kebutuhan nutrisi tidak dipenuhi, maka otak tidak akan mampu menerima asupan atau ilmu baru yang masuk. Sama seperti komputer yang jika kurang bagus isinya, komputer tersebut akan 'hang' ketika diisi oleh program baru.

Jika 80 persen pembentukan otak anak dimulai dari kandungan, maka sisa 20 persennya lagi dibentuk oleh lingkungan hingga anak berusia 2 tahun. ‎Karena pemberian ASI eksklusif harus dilakukan selama 6 bulan pertama dan dilanjutkan dengan makanan pendukung ASI ketika anak sudah lewat 1 tahun.

Bukan hanya soal otak dan kemampuan kognitif, peran nutrisi bagi ibu hamil juga dapat mencegah anak lahir stunting atau kuntet. Menkes Nila mengatakan bahwa persentase anak stunting di Indonesia masih tinggi, mencapai 37 persen.

"Di kita bayi lahir stunting masih 37 persen. Artinya, dari 5 anak yang lahir, 2 di antaranya stunting. Ini juga pengaruh kurangnya nutrisi yang dialami oleh para ibu hamil," tandasnya lagi.

(mrs/vit)

Berita Terkait