"Yang terpenting kita tahu apa saja yang perlu dipersiapkan, ASI harus distok dari jauh-jauh hari," kata dr Daulika Yusna, SpA dari RSAB Harapan Kita dalam seminar Mengenali Masalah Selama Hamil dan Perawatan Bayi Baru Lahir di RSAB Harapan Kita, Jakarta, dan ditulis pada Senin (12/8/2014).
Mengapa ASI harus distok sejak awal ibu melahirkan? Karena biasanya bayi hanya menyusu melalui satu payudara saja. Karena hanya satu payudara saja yang ASInya diambil oleh bayi dalam satu waktu, maka payudara yang satu lagi masih banyak. Nah, gunakan kesempatan itu untuk memerah ASI yang belum diminum bayi. Selanjutnya, simpan ASI tersebut di lemari es, sehingga nantinya akan tersedia stok ASI yang cukup untuk bayi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memerah ASI, bisa digunakan alat khusus dan tangan kosong. Ingat, gunakan peralatan yang bersih saat memompa ASI. Setelah itu, simpan ASI dalam botol atau plastik khusus yang selanjutnya bisa diletakkan di freezer atau bagian bawah kulkas. Penyimpanan sementara juga bisa dilakukan di cooler bag. Jangan lupa memberi tulisan kapan ASI itu diperah.
"Di dalam freezer ASI bisa bertahan hingga 3 bulan, tetapi kalau di dalam chiller paling lama dapat bertahan selama 24 jam, sedangkan bila hanya diletakan di dalam suhu ruangan (di atas meja) ASI hanya bertahan selama 8 jam. Sebaiknya menyimpannya di dalam freezer bagi Ibu yang ingin menstok ASI," ucap dr Daulika.
Menurut dr Daulika, ASI yang sudah beku tidak boleh langsung dipanaskan atau diletakan di atas meja dan tidak boleh langsung disajikan karena cara penyajiannya harus bertahap. "Pada malam hari sebelum sang ibu berangkat kerja, ASI yang beku di dalam freezer harus diturunkan ke dalam chiller, jika sudah cair baru dikeluarkan dan boleh dihangatkan, serta disajikan ke bayi menggunakan cawan. Yang direkomendasikan ialah menggunakan cawan," ucap dr Daulika.
Semakin sering ibu menyusui dan makin sering payudara dikosongkan otomatis tubuh akan aktif berproduksi. Sebaliknya jika ibu malas menyusui maka ASI jadi tidak aktif berproduksi.
"Jika Ibu sering merasakan nyeri pada payudaranya dan menjadi enggan menyusui anaknya, hal itu terjadi karena ASI yang terlalu banyak di payudara, sehingga apabila tidak dikeluarkan payudara akan semakin nyeri. Sebisa mungkin, sesering mungkin menyusui anak atau memompanya selama 2 hingga 3 jam sekali. Maka, tubuh akan memproduksi ASI lebih banyak," terang dr Daulika.
(vit/vit)











































