Jumat, 20 Feb 2015 17:15 WIB

Cerita Kehamilan Shireen Sungkar

Duh, Paniknya Melihat Darah di Celana Saat Awal Kehamilan

- detikHealth
Shireen Sungkar (Foto: detikFoto) Shireen Sungkar (Foto: detikFoto)
Jakarta - Panik berat pernah dirasakan aktris dan penyanyi Shireen Sungkar pada saat awal-awal kehamilannya. Penyebabnya adalah munculnya flek di celana dalamnya. Yang lebih bikin khawatir, flek berlanjut dengan keluarnya darah yang cukup banyak.

Dalam buku Cerita Kehamilan Shireen Sungkar' yang disusun oleh Sofie Beatrix, dan dikutip detikHealth pada Jumat (20/2/2015), Shireen mengatakan mulanya melihat flek di kamar mandi, di sela-sela melihat film bioskop. Karena flek tidak banyak, Shiren merasa tidak perlu mengunjungi dokter. Dia pikir flek akan menghilang setelah dirinya beristirahat.

Baca juga:Tak Cuma Keguguran, Masalah Kehamilan Ini Juga Ditandai dengan Pendarahan

Tapi beberapa jam kemudian, saat hendak buang air kecil, Shireen melihat ada darah yang keluar. Darahnya cukup banyak, bahkan lebih banyak ketimbang darah haid. Melihat darah sebanyak itu, Shireen pun lemas dan panik. Dia lantas dibawa ke dokter terdekat.

"Aku sangat berharap masih bisa terselamatkan. Tapi melihatnya banyaknya darah yang keluar, rasanya tipis harapan itu," tutur Shireen.

Bidan di RS lantas memeriksa denyut jantung janin. Mengingat usia kehamilan baru memasuki 9 pekan, maka bisa jadi hambatan untuk mendengar detak jantung janin. Peristiwa berlangsung pada dini hari, di mana saat itu tidak ada dokter kandungan. Sehingga Shireen harus menunggu sekitar 4 jam untuk bertemu dokter kandungan.

"Setelah dokter datang hal yang pertama ditanya adalah seberapa banyak darahnya dan apakah keluar gumpalan atau sesuatu yang keras. Aku menggeleng. Rasanya nggak ada gumpalan yang keluar," kenang Shireen.

Baca juga:Bagaimana Membedakan Menstruasi dengan Pendarahan Saat Kehamilan?

Setelah dokter melakukan USG, Shireen baru bisa tenang. Ternyata si janin masih hidup. Rupanya perdarahan yang dialami Shireen dikarenakan plasenta yang ada di bawah alias plasenta previa. Jadi jika plasenta masih berada di bawah dan menutupi jalan lahir, akan rentan keluar flek, saat si ibu hamil banyak bergerak. Itu makanya ibu hamil yang mengalami flek atau perdarahan akibat plasenta previa disarankan untuk bedrest.

"Bedrest, bedrest, bedrest, tidak ada yang lain. Kaki dinaikkan, sejajar dengan dada dan kalau sudah agak enak baru boleh bepergian. Tapi kalau misal nge-flek lagi ya berarti harus bedrest lagi," ucap Shireen.

Shireen mengatakan jika ada ibu hamil yang letak plasentanya di bawah jangan keburu sedih. Karena seiring usia kehamilan yang bertambah, plasenta di bawah masih bisa naik. Meskipun ada pula ibu hamil yang hingga menjelang kelahiran, plasentanya masih di bawah.

(vit/ajg)