Menurut dr Rini Sekartini, SpA, dari RSCM Jakarta, stimulasi penting diberikan kepada anak untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Nah, hal ini juga bisa didapat sejak anak masih dalam kandungan lho.
"Yaitu sejak ibu hamil usia sekitar 20 pekan. Misalnya sekarang sudah banyak dilakukan mendengarkan musik klasik. Musik klasik itu nadanya tinggi sehingga lebih mudah diterima oleh pendengaran janin dan anak di awal-awal kehidupan," tutur dr Rini, dalam konferensi pers Scott's Momazing, yang diselenggarakan di Hongkong Cafe, Jl Sunda-Thamrin, Jakarta, seperti ditulis Rabu (18/3/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suara dengan nada tinggi disebutkan dr Rini dapat lebih mudah diterima oleh pendengaran janin dan bayi. Itu pula alasan mengapa bayi merasa nyaman ketika ibunya menyanyikan lagu sebelum tidur, dibandingkan jika dinyanyikan oleh ayahnya.
"Selain musik klasik, mendengarkan musik-musik lain juga tidak apa-apa yang penting ibunya enjoy. Kalau mendengarkan musik klasik karena disuruh dokter dan ibunya tidak nyaman ya sama saja, tidak ada manfaatnya," tutur dr Rini.
Selain memperdengarkan musik-musik baik berupa musik klasik ataupun musik jenis lain, stimulasi pada janin juga bisa diberikan melalui sentuhan.
Oleh sebab itu, ibu hamil dianjurkan untuk mengelus-elus perutnya dan mengajak janinnya mengobrol. Dengan begitu, interaksi antara anak dan ibu bisa dimulai sejak dini, serta memicu optimalnya pertumbuhan dan perkembangan anak.
Baca juga: Ibu Hamil Dengarkan Musik Rock Kencang-kencang, Bahayakah untuk si Kecil? (Ajeng Anastasia Kinanti/AN Uyung Pramudiarja)











































