Senin, 20 Apr 2015 07:10 WIB

Jangan Takut, Dokter Sebut Stretch Mark Akibat Hamil Bisa Dicegah

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock) Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Tak sedikit ibu hamil (bumil) yang menganggap munculnya stretch mark lumrah dan menganggapnya ciri khas kehamilan. Padahal menurut pakar, hal tersebut sangat tidak benar.

dr Grace NS Wardhana, SpKK dari Brawijaya Women and Children Hospital mengatakan memang angka kejadian stretch mark pada wanita hamil cukup tinggi, berkisar antara 70-90 persen. Saking tingginya, anggapan bahwa stretch mark merupakan ciri khas kehamilan pun muncul.

"Stretch mark itu istilah umum, tapi saking umumnya terjadi pada wanita hamil, akhirnya dicirikan sebagai pertanda kehamilan pada wanita. Padahal stretch mark bisa dicegah dan kalau dicegah nggak akan timbul," tutur dr Grace, dalam diskusi Healthy Skin and Happy Pregnancy, di Brawijaya Women and Children Hospital, Jl Taman Brawijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, seperti ditulis Senin (20/4/2015).

Baca juga: Air Ketuban Bumil Sedikit, Mungkin Beberapa Hal Ini Penyebabnya

Dalam istilah kedokteran, stretch mark karena kehamilan disebut sebagai striae gravidarum. Perut yang semakin membesar membuat kulit meregang, akibatnya terjadi robekan di bagian dermis kulit, dan memunculkan guratan-guratan.

Robekan terjadi karena kulit yang kaku alias tidak elastis. Untuk mencegahnya, dr Grace mengatakan ibu hamil harus membuat kulit menjadi lebih elastis yang bisa dilakukan dengan dua cara.

"Yang pertama dengan memakan makanan-makanan yang mengandung tinggi kolagen serta zinc. Kedua, bisa menggunakan losion, krim atau essential oil yang fungsinya bisa membuat kulit menjadi lebih elastis sehingga dermis tidak robek ketika meregang," paparnya lagi.

Pencegahan ini dikatakan dr Grace harus dilakukan sedini mungkin. Jika pasangan suami istri sudah merencanakan kehamilan, sebaiknya pencegahan dilakukan dengan sejak 3 hingga 6 bulan sebelum kehamilan. Namun jika kehamilan tidak direncanakan, sebaiknya pencegahan dilakukan sejak ibu mengatahui dirinya hamil.

"Anggap saja sebagai me time bagi bumil. Sehabis mandi misalnya, dioles dengan essential oil di bagian-bagian yang biasanya muncul stretch mark, di payudara, perut, bokong atau paha. Percaya deh, saya dua kali hamil nggak ada stretch karena ya itu tadi, merawat kulit merupakan bagian dari me timenya ibu hamil," pungkasnya.

Baca juga: Pada Kehamilan Pertama, Peran Suami Sangat Penting untuk Jaga Bumil Tetap Happy

(Muhamad Reza Sulaiman/Nurvita Indarini)