Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa wanita yang mengalami kenaikan berat badan berlebihan selama periode kehamilan, secara signifikan meningkatkan risiko bayinya kelak untuk kelebihan berat badan atau obesitas juga.
Selain itu, para peneliti juga menyebutkan bahwa tidak berolahraga dan merokok saat hamil juga meningkatkan risiko si anak menjadi gemuk kelak saat menginjak usia 8 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ibu Hamil Kurang Asupan Cairan, Efeknya Bisa ke Tumbuh Kembang Janin
Olahraga ringan selama kehamilan secara signifikan juga dapat menurunkan risiko bayi menjadi kelebihan berat badan atau obesitas di masa kanak-kanak. Dalam jurnal BMC Pregnancy and Childhood, salah satu peneliti yang terlibat yakni Prof Labros Sidossis menulis bahwa kehamilan adalah fase dalam kehidupan seorang wanita di mana ia harus memiliki kesadaran yang lebih besar tentang kesehatannya.
Selain mengurangi risiko anak menjadi kegemukan, cermat memerhatikan pola hidup sejak saat hamil juga membuat tubuh ibu kelak bisa lebih mudah kembali ramping setelah melahirkan. Demikian disampaikan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUP Dr Sardjito, dr M. Nurhadi Rahman, SpOG.
"Proses melahirkan itu kan tidak hanya di hari saat melahirkan, tetap harus ada persiapan. Misalnya mungkin dia rajin ikut kelas senam hamil, yoga hamil supaya fisiknya kuat. Lalu nutrisinya juga cukup dan tidak berlebihan, sehingga berat badannya tidak naik berlebihan dan tetap ideal," tutur dokter yang memiliki akun Twitter @adirahmanOG ini kepada detikHealth beberapa waktu lalu dan ditulis pada Jumat (8/5/2015).
Selama hamil, kenaikan berat badan yang disarankan adalah sekitar 8-12 kg atau sekitar 1-2 kg per bulannya. Jika melebihi angka tersebut, dikhawatirkan ibu mengalami obesitas kehamilan.
(ajg/vit)











































