Minggu, 10 Mei 2015 08:03 WIB

Perubahan Fisik dan Psikis yang Dialami Wanita Selama Masa Kehamilan

- detikHealth
Jakarta - Ibu adalah sosok yang berjuang selama 9 bulan antara hidup dan mati. Selama mengandung pun ibu mengalami perubahan fisik dan emosional yang signifikan berupa berat badan yang naik drastis dan suasana hati yang naik turun.

Bentuk tubuh perempuan selama masa kehamilan menjadi perhatian besar. Pada trimester pertama, tubuh wanita akan mengalami perubahan berat badan dan rasa tidak nyaman yang berlebihan. Tubuh wanita hamil akan selalu berubah mulai dari saat pembuahaan hingga melahirkan. Efek dari kehamilan pun sangat berpengaruh pada pernapasannya sehingga ibu hamil membutuhkan banyak oksigen yang berguna untuk kelancaran sirkulasi darahnya, uterus, plasenta dan janin.

Kenaikan tingkat kebutuhan pernapasan berdampak pada peningkatan kerja jantung, volume darah dan denyut jantung. Rahim juga akan memperluas pembuluh darah besar yang bisa menghambat aliran darah kembali ke jantung. Perubahan pada rahim dapat memengaruhi fungsi dari sistem lain dalam tubuh. Janin yang ada di dalam rahim akan seberat sekitar satu kilogram dan memiliki kemampuan untuk bergerak hingga mengganggu usus dan organ-organ lain di dekatnya, demikian dikutip dari Medical Daily, Minggu (10/5/2015).

Baca juga : Ponsel Ibu Bergetar atau Berdering, Awas Janin Bisa Kaget

Maka dari itu gizi ibu hamil harus sangat diperhatikan karena menurut Ketua Umum Persatuan Obstetri Ginekologi Indonesia, dr Nurdadi Saleh, SpOG, ibu hamil itu butuh 340 kalori tambahan. "Boleh makan apa aja, yang penting ga berlebihan dan kekurangan. Selain itu, makanan harus mencakup sumber dari karbohidrat, protein, cukup serat agar tetap sehat," kata dr Nurdadi.

Menginjak trimester kedua, perut akan membesar dengan bagian atas rahim menekan bagian bawah tulang rusuk pada akhir tahap ini. Semakin bertumbuhnya janin maka akan lebih banyak tekanan pada kandung kemih, rahim dan otot-otot dasar panggul yang bisa menyebabkan sering buang air kecil. Hal ini juga memaksa ginjal untuk bekerja lebih keras dalam memproses penyaringan darah dan menghasilkan urine.

Perubahan fisik yang sangat terlihat pada ibu hamil meliputi berat badan, rambut, tekstur kuku, peningkatan suhu tubuh, pembengkakan pada kaki dan tangan. Kepada detikhealth beberapa waktu lalu, dr Gde Suardana SpOG mengatakan solusi untuk ibu hamil yang kakinya bengkak karena fisiologis ialah rutin jalan kaki di pagi hari sesuai dengan kemampuannya.

"Atau biasanya 20 sampai 30 menit sehari. Ibu hamil harus bergerak seperti berolahraga dan juga melatih olah nafas. Gunakan pakaian yang longgar supaya pembuluh darahnya lancar," kata dr Gde.

Pasca melahirkan, ibu harus memiliki waktu istirahat yang memadai. Bekerjasamalah dengan suami atau orang tua untuk bergantian menjaga bayi. Selain itu jangan lupa untuk selalu makan makanan bergizi dan perbanyak air putih agar tidak lemah ketika menyusui. Sedikit waktu luang dapat membuat ibu terhindar dari stress, baby blues syndrome dan lebih bahagia.

Baca juga : Makan Porsi Dobel dan Jarang Olahraga Saat Hamil? Ini Risikonya Bagi Bayi





(rdn/rdn)