Penelitian menunjukkan bahwa 25 hingga 30 persen wanita mendengkur selama masa kehamilan dan 35 persen wanita dilaporkan mendengkur tiga hingga empat kali setiap pekan atau setiap hari. Penelitian juga menunjukkan terdapat 26 persen wanita yang mendengkur saat kehamilan saja.
Mendengkur saat hamil dianggap wajar karena uterus dan bayi terus tumbuh dan menekan diafragma, sehingga wanita hamil akan kesulitan bernapas baik saat duduk, bekerja, maupun tidur. Mendengkur saat hamil juga disebabkan oleh pembengkakan selaput lendir dan rongga hidung karena peningkatan hormon estrogen dan tekanan darah yang memperluas pembuluh darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penambahan jaringan di sekitar leher menyebabkan wanita hamil mendengkur," ucap dr Kecia Gaither, dokter spesialis ibu dan janin dan direktur perinatal di Montefiore Medical Center and Albert Einstein College of Medicine di kota New York, seperti dikutip dari Fox News pada Senin (22/6/2015).
Baca juga: Kebiasaan Ngorok Ibu Selama Hamil Pengaruhi Ukuran Bayi Saat Lahir?
Selain itu, stres juga menjadi faktor penyebabnya. "Stres memengaruhi pernapasan dan gangguan pernapasan menyebabkan mendengkur," ucap Tess Graham, pendidik pernapasan dan fisioterapis di Australia dan penulis buku Relief from Snoring and Sleep Apnea. "Ada berbagai jenis stres pada tubuh, baik secara fisik, mental, atau bahkan stres pencernaan dari makan berlebihan yang meningkatkan tingkat bernapas. Peningkatan tersebut, ditambah dengan otot tenggorokan yang rileks ketika tidur dapat menyebabkan mendengkur," imbuh Tess.
Mendengkur saat hamil bisa berisiko bagi ibu dan bayi. Wanita hamil akan mengalami risiko peningkatan tekanan darah, kelelahan, preeclampsia (penimbunan cairan), dan memiliki bayi berukuran kecil. Berdasarkan penelitian, wanita hamil yang mendengkur cenderung akan melakukan operasi caesar.
Mendengkur saat hamil juga dihubungkan dengan depresi selama kehamilan dan depresi pasca melahirkan. Kekhawatiran lain adalah diabetes gestational yang menurut CDC memengaruhi hingga 9,2 persen wanita. "Hal itu terjadi ketika tidak memadainya oksigen yang mengubah metabolisme glukosa," ucap Kecia.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghentikan mendengkur antara lain kenali tanda-tandanya, mengubah cara bernapas, menurunkan berat badan, mengubah posisi tidur, menggunakan alat pelembab ruangan, mencoba untuk rileks, datang ke spesialis, dan lain-lain.
Baca juga: Kenali Risiko yang Mungkin Terjadi Jika Ibu Hamil Tidur Ngorok
Halaman 2 dari 1











































