Mengapa Ibu Hamil Dilarang Menggunakan Pantyliner dan Sabun Khusus Miss V?

Mengapa Ibu Hamil Dilarang Menggunakan Pantyliner dan Sabun Khusus Miss V?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 12 Agu 2015 09:38 WIB
Mengapa Ibu Hamil Dilarang Menggunakan Pantyliner dan Sabun Khusus Miss V?
Foto: thinkstock
Jakarta - Kerap mengalami keputihan, namun faktanya wanita hamil tak dianjurkan untuk menggunakan pantyliner maupun sabun khusus organ intim. Mengapa demikian?

"Pemakaian sabun untuk vagina tidak direkomendasikan. Baik untuk ibu hamil maupun wanita tidak hamil. Pengertian pemakaian sabun untuk vagina adalah mencuci bagian dalam vagina, bukan bagian luar (vulva). Kalau mencuci vulva tidak ada masalah dan justru banyak manfaat kesehatan yang akan didapat," ujar dr Hari Nugroho, SpOG kepada detikHealth, seperti ditulis pada Rabu (12/8/2015).

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUD Dr Soetomo Surabaya ini menuturkan bahwa pencucian bagian dalam vagina menggunakan larutan khusus atau yang juga dikenal dengan douching tak dianjurkan karena dapat mengganggu keseimbangan asam basa dan normal flora (bakteri baik yang ada di dalam vagina).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Mengandung Estrogen, Susu Sari Kedelai Tak Boleh Diminum Ibu Hamil?

Jika para wanita menganggap douching dapat membantu mengobati keputihan, faktanya menurut dr Hari hal ini justru dapat mengakibatkan keputihan makin hebat. "Ini karena bakteri baik mati dan bakteri jahat akan berkembang lebih cepat," tutur pemilik akun Twitter @drharinugroho ini.

Khusus bagi wanita hamil, terdapat efek lain yang juga berisiko bisa terjadi jika terlalu sering menggunakan pantyliner maupun sabun khusus vagina. Gangguan keseimbangan asam basa dan normal flora dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi vagina dan meningkatkan risiko persalinan prematur.

"Penggunaan pantyliner juga dapat mengganggu sirkulasi udara di vagina dengan dunia luar, sehingga dapat mengakibatkan hal yang sama," pesan dr Hari.

Baca juga: Hamil Lagi Kurang dari Setahun, Risiko Osteoporosis Meningkat 4 Kali Lipat

(ajg/up)

Berita Terkait