Camilan yang tinggi kadar gulanya, saat tertinggal di mulut akan menjadi makanan bagi bakteri. Zat-zat pada makanan manis ini akan difermentasi oleh bakteri sehingga menjadi asam. Nah, kondisi asam pada mulut ini merupakan hal yang membahayakan, sebab dapat memicu halitosis atau mulut bau hingga gigi berlubang dan infeksi pada gusi.
"Apalagi dengan kondisi ibu hamil yang sering muntah. Dari kondisi sering muntah itu saja kan mulutnya sudah terasa asam, apalagi ditambah dengan aktivitas bakteri di mulut," ujar drg Ratu Mirah Afifah GCClinDent., MDSc, Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia, pada konferensi pers yang diselenggarakan di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika infeksi di mulut sudah terjadi, maka bakteri yang berperan pada kondisi ini juga bisa masuk ke peredaran darah. Bakteri juga bisa tersebar ke seluruh tubuh serta memengaruhi kerja organ-organ di tubuh bagian dalam, termasuk di rahim ibu.
"Ketika infeksi pada gigi dan gusi masuk ke pembuluh darah, maka dapat memicu tubuh untuk memproduksi oksitoksin. Dengan banyaknya produksi oksitoksin maka dapat memicu kontraksi sebelum saatnya. Kondisi ini juga memicu kelahiran prematur atau kelahiran yang terlalu dini," papar drg Mirah.
Bayi yang lahir prematur atau belum cukup bulan biasanya organ-organ tubuhnya belum matang benar. Sering kali paru-paru bayi prematur belum bisa bekerja dengan sempurna. "Sehingga biasanya bayi yang lahir prematur harus masuk ke inkubator untuk menjaganya tetap bertahan hidup," imbuh drg Mirah.
Baca juga: Jangan Lupa, Ini Sebabnya Ibu Hamil Tetap Harus Jaga Kesehatan Gigi
Ketimbang mengambil camilan manis, ibu hamil lebih disarankan makan makanan yang tinggi kadar kalsiumnya, seperti keju, susu, buah,dan sayur. Karena makanan-makanan tersebut mampu merangsang kelenjar air ludah untuk memproduksi saliva yang lebih banyak. Nah, produksi saliva yang banyak mampu melawan bakteri yang ada di mulut.
Selain itu, ibu hamil juga disarankan untuk membersihkan plak gigi yang terbentuk dari kumpulan bakteri dan sisa makanan. Jangan lupa juga, selain memeriksakan kandungan, ibu hamil juga perlu tetap rutin memeriksakan kondisi gigi dan mulutnya.
"Jangan takut untuk datang ke dokter gigi untuk membersihkan plak dan karang di gigi pada saat hamil. Semuanya aman dilakukan," kara drg Mirah. (vit/vit)











































