Hingga akhirnya, Kate Stern, kepala Fertility Preservation di Melbourne IVF and the Royal Women's Hospital menawarkan teknologi inovatif yang memungkinkan Jodie memiliki anak. Teknologi ini pertama kali digunakan saat tahun 2013 seorang wanita berhasil melahirkan anak kembar, tujuh tahun setelah ovariumnya diangkat.
"Kami tidak percaya, sampai saat ini kami masih menganggap ini mimpi. Sungguh sebuah keajaiban di mana saya dan Aden akhirnya memiliki anak, ya putri kecil bernama Evie," tutur Jodie kepada AAP dan dikutip pada Jumat (18/9/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ingin Hamil Lagi? Sebaiknya Tunggu Hingga Anak Berusia 2 Tahun
Ternyata, Kate dan tim mengangkat jaringan ovarium Jodie yang kemudian dibekukan lalu dirangsang agar bisa memproduksi sel telur yang akan dibuahi melalui prosedur bayi tabung. Nah, dikatakan Kate proses pembuahan terjadi ketika jaringan ovarium dicangkokkan kembali ke dinding perut dan panggul Jodie.
Menurut Kate, keberhasilan yang dialami Jodie dan wanita Australia sebelumnya memberi bukti bahwa pencangkokkan jaringan ovarium bisa memberi kesempatan bagi perempuan untuk memiliki keturunan setelah mereka dinyatakan infertil usai menjalani pengobatan kanker. Termasuk juga infertil yang disebabkan pengangkatan organ reproduksi atau akibat efek samping obat terapi kanker.
"Meskipun umumnya rata-rata wanita dewasa memiliki kesempatan untuk membekukan sel telur mereka sebelum menjalani pengobatan kanker. Sedangkan, jaringan ovarium menjadi satu-satunya pilihan untuk perempuan yang belum menikah tapi harus menjalani pengobatan kanker," kata Kate.
Keberhasilan kehamilan Jodie ini juga turut dibahas dalam pertemuan tahunan Fertility Society of Australia di Canberra.
Baca juga: Wow, Wanita-wanita Ini Berulang Kali Melahirkan Bayi Kembar (2)
(rdn/vit)











































