Nah, apa saja hal-hal yang dipercaya masyarakat terkait kegiatan olahraga pada ibu hamil dan nyatanya hanya mitos? Berikut ini penjelasannya seperti dikutip dari Fox News pada Kamis (22/10/2015).
Baca juga: Studi: dengan Olahraga Rutin, Wanita Hamil Bisa Kurangi Risiko Diabetes
1. Terlalu banyak olahraga akan mengambil nutrisi dari bayi
|
Foto: Wavebreakmedia Ltd/Thinkstock
|
"Plasenta akan mengalirkan cukup nutrisi pada bayi Anda selama memang tidak ada gangguan. Jadi, hanya mitos jika olahraga terlalu banyak bisa membuat ibu mencuri nutrisi yang ditujukan untuk bayi," kata dr Jagroo.
2. Prenatal yoga tidak membantu Anda tetap fit
|
Foto: Instagram
|
Amat tidak disarankan ibu hamil mengambil posisi yoga dengan bertumpu pada lutut kemudian bersandar dan membuat tulang belakangnya melengkung. Menurut dr Jagroo, selama kehamilan pusat gravitasi wanita sudah jauh ke depan sehingga banyak tekanan pada ligamen dan tulang belakang.
"Dengan melakukan posisi seperti itu, akan lebih banyak tekanan pada ligamen dan tulang belakang ibu hamil dan itu amat membahayakan," tutur dr Jagroo.
3. Terlalu semangat berolahraga bisa membuat bayi 'stres'
|
Foto: Wavebreakmedia Ltd
|
"Pastikan medan lari datar, tidak curam atau mendaki. Lalu pastikan pakai sepatu yang ukurannya sesuai serta diikat dengan benar. Selain itu, tentunya Anda sudah memastikan sebelumnya pada dokter jika kondisi kehamilan Anda tak bermasalah," jelas dr Jagroo.
4. Gerakan olahraga pada perut aman
|
Foto: Thinkstock/Jupiterimages
|
Misalnya saja, Anda berbaring di lantai lalu angkat satu kaki selama beberapa detik, dan lakukan bergantian pada kaku yang lain. Cara lainnya, dalam posisi berdiri, angkat lengan ke atas sambil mengangkat satu kaki di arah berlawanan. Namun, gerakan ini harus dilakukan di bawah pengawasan.
"Jangan khawatir dengan bentuk perut Anda. Biasanya dua bulan setelah bayi lahir, perut Anda sudah kembali seperti semula. Tapi, patut diperhatikan pula gaya hidup, asupan nutrisi, dan lakukan beberapa latihan seperti kegel, peregangan, jalan, atau latihan pernapasan," tutur dr Jagroo.
Halaman 2 dari 5










































