"Saat sudah ada ketahuan ada kelainan bahkan ketika bayi ada di dalam perut, tidak ada yang bisa kita lakukan untuk itu. Langkah pencegahan tidak bisa dilakukan sejak jantung sudah terbentuk," jelas dr Maizul Anwar, SpBTKV saat ditemui di Media Gathering Siloam Hospitals, Kebon Jeruk, Jakarta Barat dan ditulis pada Kamis (29/10/2015).
Meskipun sang ibu menjaga kandungannya dengan memberi suplai susu, berolahraga, ataupun sering melakukan konsultasi ke dokter, tidak selalu bisa menjadi jaminan sang anak lahir tanpa PJB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Sebabnya Tubuh Membiru pada Penyakit Jantung Bawaan
"Faktor X itu adalah faktor yang kita belum ketahui hingga sekarang, membuat PJB menjadi sesuatu yang bisa dicegah," lanjutnya.
dr Maizul juga menyarankan bahwa pasien PJB yang telah didiagnosis untuk segera dilakukan pembedahan dan koreksi. "Setelah ketahuan, langsung dioperasi dan dilakukan koreksi juga. Agar pasien bisa melakukan aktivitas juga seperti biasa," paparnya.
Dokter yang juga chairman Siloam Heart Institute (SHI) mengatakan pasien yang sembuh dari PJB dan telah menjalani proses koreksi bisa menjalani aktivitas seperti biasa.
"Kalau mereka sudah dilakukan operasi dan koreksi, bisa melakukan aktivitas asal perkembangannya sudah baik dan tidak sering sakit-sakitan. Kalau habis koreksi masih sering sakit, atau malah masih terlihat birunya, lebih baik jangan dipaksakan beraktivitas," ujar dr Maizul. (up/up)











































