Bukan dari Bukaan Rahim, Ini Metode Penentu Persalinan Paling Akurat

Bukan dari Bukaan Rahim, Ini Metode Penentu Persalinan Paling Akurat

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Jumat, 30 Okt 2015 13:36 WIB
Bukan dari Bukaan Rahim, Ini Metode Penentu Persalinan Paling Akurat
Foto: Thinkstock
Texas - Tak ada satupun dokter yang dapat menentukan kapan seorang wanita akan melahirkan buah hatinya ke dunia. Mereka hanya bisa memberikan perkiraan, yang tak jarang bakal meleset jauh hingga hitungan hari atau minggu.

Namun penelitian terbaru dari Amerika ini membuka peluang bagi para dokter kandungan untuk memberikan prediksi yang akurat. Sebab ternyata terjadi perubahan DNA dalam tubuh ibu hamil yang dapat memberikan 'sinyal' akurat kapan mereka akan melahirkan.

Temuan ini didapat tim peneliti dari The University of Texas Medical Branch, Galveston setelah mengamati sampel cairan ketuban dari 50 wanita yang sedang melahirkan dan 51 wanita lainnya yang sudah memasuki trimester akhir namun tak kunjung melahirkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka lantas membandingkan fragmen sel yang ada pada cairan ketuban kedua kelompok. Peneliti juga mengamati membran di dalam plasenta partisipan setelah mereka melahirkan.

Di situlah mereka menemukan adanya perubahan internal dalam tubuh ibu hamil yang dituding kuat memicu persalinan. Sayangnya indikator ini berada pada level selular alias tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Peneliti menemukan telomere, salah satu bagian penting dari DNA, berperan penting dalam hal ini.

Telomere-telomere ini menjadi semakin pendek tiap kali selnya membelah diri. Namun dari waktu ke waktu, telomere ini menjadi terlalu pendek, lalu mereka pun berubah menjadi serpihan-serpihan kecil yang mengambang dengan bebas di dalam plasenta.

Baca juga: Tanda-tanda Ketuban Pecah Sebelum Waktunya

Karena sudah tak berfungsi dalam proses pembelahan diri, serpihan telomere ini nampaknya mengakibatkan stres oksidatif pada kantung ketuban lalu memicu peradangan di dalam plasenta, yang pada akhirnya menginduksi persalinan.

Hal ini diperkuat dengan hasil pengamatan terhadap sampel cairan ketuban partisipan yang baru saja melahirkan. Di situ juga terlihat ada lebih banyak fragmen atau serpihan telomere di dalamnya, sedangkan fragmen sejenis tidak ditemukan pada partisipan yang tidak kunjung melahirkan.

Peneliti juga menemukan, janin yang siap dilahirkan akan dikelilingi oleh jaringan yang mengalami 'kematangan' karena adanya serpihan-serpihan telomere tadi. Temuan ini senada dengan hasil penelitian sebelumnya yang mengatakan bahwa peradangan di dalam tubuh dapat mengubah keseimbangan hormon wanita lalu memicu persalinan.

"Tubuh mempertahankan sebuah kehamilan dengan menjaga keseimbangan beberapa sistem di dalamnya. Tapi sekali keseimbangan ini berubah, maka ada kecenderungan terjadi persalinan," jelas ketua tim peneliti Ramkumar Menon, seperti dikutip dari Tech Times, Jumat (30/10/2015).

Akan tetapi bila peneliti dapat mengungkap mekanisme yang terjadi dalam tubuh ketika serpihan telomere ini bekerja, maka hal ini akan memudahkan dokter manapun untuk memberikan prediksi persalinan yang akurat.

Tak hanya itu, Menon meyakini temuan ini bisa membantu mengevaluasi risiko lahir prematur, atau menentukan intervensi medis yang tepat untuk menginduksi persalinan ataupun mencegahnya.

Baca juga: Rutin Cek Kehamilan untuk Hindari Risiko Ketuban Pecah Dini (lll/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads