dr Em Yunir, SpPD-KEMD, Kepala Divisi Metabolik Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo mengatakan sudah ada panduan bagi ibu hamil untuk mengecek gula darah. Minimal, ibu hamil mengecek gula darah 2 kali selama kehamilan.
Baca juga: Cek Kandungan Jarak Jauh dan Pentingnya Kolaborasi Ilmuwan Lintas Bidang
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun jika ibu hamil ternyata gula darahnya tinggi saat dicek, dokter akan memberikan penanganan lanjutan. Pertama, ibu hamil akan diberikan obat untuk mengontrol gula darahnya, sekaligus pembekalan untuk menjaga pola makan.
"Tapi kalau sudah diberi obat namun masih tinggi, bukan tidak mungkin akan kita berikan insulin. Pemberian insulin ini sifatnya tidak terus-menerus, sampai gula darahnya normal kembali saja," paparnya.
dr Yunir juga menambahkan bahwa ibu hamil yang mengidap diabetes gestasional tidak lantas membuatnya jadi pengidap diabetes dan membutuhkan pengobatan menahun. Setelah ibu melahirkan, gula darah ibu biasanya akan kembali normal.
Namun penelitian menunjukkan satu pertiga ibu yang mengalami diabetes gestasional berisiko menjadi pasien diabetes dalam 5 tahun ke depan. Untuk itu, dokter menyarankan agar ibu hamil yang mengidap diabetes gestasional untuk menjalankan gaya hidup sehat setelah melahirkan.
"Sebisa mungkin kembalikan berat badan menjadi normal seperti sebelum hamil. Lakukan juga olahraga teratur dan gaya hidup sehat," tambahnya.
Diabetes gestasional memang tidak mematikan, namun berisiko tinggi menyulitkan ibu saat persalinan. Beberapa kondisi seperti tensi darah tinggi dan eklampsia menghantui ibu yang mengidap diabetes gestasional.
Baca juga: Aneka Kondisi Tak Disangka yang Bisa Terjadi Saat Hamil (mrs/vit)











































