Solusio Plasenta Segera Ditangani, Peluang Ibu dan Bayi Selamat Makin Besar

Ketika Plasenta Lepas dari Rahim

Solusio Plasenta Segera Ditangani, Peluang Ibu dan Bayi Selamat Makin Besar

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 26 Nov 2015 13:38 WIB
Solusio Plasenta Segera Ditangani, Peluang Ibu dan Bayi Selamat Makin Besar
Foto: Thinkstock
Jakarta - Ketika mengalami solusio plasenta atau lepasnya plasenta dari rahim sebelum waktu persalinan, ibu harus mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Jika tidak, nyawa ibu dan bayi pun menjadi taruhannya. Apalagi, mengingat solusio plasenta termasuk dalam kegawatan obstetri.

dr Irfan Mulyana Mustofa SpOG dari RSUD Leuwiliang Bogor mengatakan, ketika terjadi solusio plasenta, perlu dilihat bagaimana kondisi ibu dan bayinya. Jika kondisi ibu masih baik, pun demikian bayinya dan sudah masuk masa persalinan, maka bayi bisa diusahakan lahir secara normal.

"Tapi umumnya, bayi dilahirkan dengan operasi caesar dengan pertimbangan mempersingkat waktu. Karena itu tadi, perburukan solusio plasenta cepat sekali," kata dr Irfan ketika berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (26/11/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara, dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya menuturkan penanganan utama solusio plasenta yakni ibu harus dibawa ke rumah sakit atau pusat kesehatan terdekat. Nantinya, tenaga medis akan melakukan stabilisasi keadaan pasien, seperti memasang infus untuk menggantikan perdarahan yang terjadi. Dikatakan dr Hari, tindakan pertama yang bisa dilakukan biasanya ketuban akan dipecahkan.

Baca juga: Kenali, Ini Gejala-gejala Plasenta Lepas dari Rahim pada Ibu Hamil

Tujuannya, supaya darah dapat mengalir keluar serta mengurangi tekanan di antara plasenta dan rahim sehingga pelepasan plasenta tidak semakin luas. Seperti diketahui, pelepasan plasenta yang makin luas dapat meningkatkan jumlah perdarahan. Kemudian, ibu akan diberi infus untuk merangsang kontraksi rahim guna menekan tempat perdarahan dan segera melahirkan bayi.

"Sembari melakukan hal tersebut, tenaga medis akan menilai kesejahteraan janin, apakah janin sudah meninggal, masih hidup tapi butuh segera dilahirkan, atau dalam kondisi stabil. Apabila perdarahan mengalir deras, harus segera dilakukan tindakan di kamar operasi, melahirkan bayi dengan operasi caesar dan menghentikan perdarahan," terang ayah satu anak ini.

Apabila kontraksi rahim sudah tidak bisa membaik dan perdarahan terus mengalir, jika dirasa perlu maka akan dilakukan pengangkatan rahim, demikian diutarakan dr Hari. Jika tak segera ditangani, pastinya solusio plasenta bisa berdampak fatal baik bagi ibu maupun bayi.

Seperti diungkapkan dr Irfan, jika terlambat mengetahui gejalanya, terlambat didiagnosis, dan terlambat ditangani, ibu bisa kehabisan darah hingga meninggal. Begitupun janin ketika tidak segera dilahirkan, pasokan oksigen dan asupan nutrisi bisa terputus karena lepasnya plasenta sehingga janin juga berisiko meninggal.

Baca juga: Melahirkan ala Lotus Birth, Banyak Plusnya atau Minusnya?

(rdn/vit)

Berita Terkait