Selasa, 08 Mar 2016 11:35 WIB

Ketika Janin 'Nyangkut' di Jalan Lahir Saat Persalinan

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Jelang persalinan, ada kondisi yang disebut dengan istilah 'janin nyangkut'. Sebenarnya, bagaimana keadaan janin sehingga disebut 'nyangkut' seperti itu?

Diungkapkan dr Hari Nugroho SpOG, kasus janin nyangkut bisa disebabkan banyak hal. Pada intinya, penyebab janin nyangkut menurut dr Hari dibagi menjadi tiga yakni 3P alias Power (tenaga ibu), Passage (jalan lahir), dan Passenger (janin).

"Misalnya letak kepala janin di sisi bawah, alias posisi normal pun ukuran kepala juga normal. Tetapi karena ukuran panggul ibu yang kecil, walaupun kontraksi dan tenaga mengejan ibu baik, tetapi tidak bisa lahir," kata dr Hari saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.

Kondisi lain yang bisa menyebabkan janin nyangkut yaitu panggul ibu normal dengan kontraksi dan mengejan yang normal, tetapi ukuran kepala janin besar, maka janin tetap tidak bisa lahir. dr Hari mengatakan, salah satu kemungkinan penyebab janin besar adalah ibu yang terkena diabetes melitus.

Baca juga: Melahirkan Bayi Saat Koma Karena Batang Otak Mati

Dokter yang praktik di RSUD Dr Soetomo Surabaya ini menambahkan, pada kasus yang berat dan jarang, terkadang kepala bayi bisa lahir tetapi bahu yang besar nyangkut di panggul ibu. Akibatnya, harus dilakukan beberapa manuver untuk menngeluarkan bahu si janin. Untuk bahu janin yang tersangkut, manuver yang dilakukan yaitu ALARMER.

ALARMER terdiri dari Ask for help, meminta bantuan pada dokert obgyn, anestesi, dan dokter anak untuk pemberian resusitasi bagi bayi jika diperlukan. Kemudian Leg hyperflexion, Anterior shoulder disimpaction, Rubin maneuver, Manual delivery of posterior arm, Episiotomy, dan Roll over on all fours. Pada kasus lain, janin nyangkut juga bisa terjadi ketika ada kelainan letak.

"Misalnya letak janin sungsang, bokongnya di bawah. Maka persalinannya lebih sulit daripada letak kepala janin di bawah. Kalau begini, salah satu komplikasinya adalah setelah bokong lahir, tangan dan bahu tidak bisa dilahirkan karena nyangkut di panggul atau kepala yang tidak bisa dilahirkan karena nyangkut di panggul," terang dr Hari.

Baca juga: Kampanye Melahirkan di Rumah, Malah Meninggal Saat Bersalin di Rumah (rdn/vit)
News Feed