Sabtu, 30 Apr 2016 08:13 WIB

Olahraga Seperti Ini Dianjurkan untuk Ibu Hamil

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Tengah berbadan dua bukan alasan bagi wanita tidak bisa aktif dan berolahraga. Apalagi, rutin olahraga selama mengandung memiliki begitu banyak manfaat.

Seperti penuturan ahli kebugaran dan penulis 'Fit and Healthy Pregnancy: How to Stay Strong and in Shape for You and Your Baby', Kristina Pinto, EdD, olahraga selama kehamilan bisa membantu mengurangi stres, mencegah depresi perinatal, dan meredakan kecemasan.

"Selain itu, rajin olahraga selama hamil juga membantu meningkatkan kesehatan jantung dan membangun kekuatan untuk persiapan bersalin sampai pemulihan pasca melahirkan. Tapi kuncinya, Anda harus tahu olahraga apa saja yang aman dilakukan oleh ibu hamil," tutur Pinto.

Berenang menurut Pinto menjadi salah satu olahraga yang dianjurkan untuk ibu hamil. Sebab, berenang tidak memberi tekanan pada sendi dan ligamen. Daya apung di air juga membuat ibu lebih mudah dalam melakukannya. Selain melakukan gaya renang tertentu, berjalan di air kolam renang saja menurut Pinto sudah cukup.

Baca juga: Senam Hamil Bisa Bikin Melahirkan Tak Terlalu Nyeri? Ini Kata Dokter

Yoga juga amat dianjurkan untuk ibu hamil karena bisa merilekskan pikiran dan meredakan kecemasan ibu jelang melahirkan. Namun, Pinto mengingatkan hindari melakukan peregangan berlebihan terutama di trimester kedua dan ketiga kehamilan. Sebab, peningkatan kadar hormon relaksin membuat sendi lebih lentur dan terbuka.

"Hindari pula pose yang berisiko seperti head stand, tengkurap, atau pose lain yang membuat Anda pusing. Seiring berkembangnya rahim, telentang juga bisa memberi tekanan ekstra pada pembuluh darah yang membawa darah kembali ke jantung sehingga menyebabkan tekanan darah turun," tutur Pinto, dikutip dari Fit Pregnancy.

Jenis olahraga lain yang aman untuk ibu hamil yakni sepeda statis. Namun, menurut Pinto jika ada tanda seperti pusing, detak jantung amat cepat, dan penglihatan kabur, segera hentikan latihan. Jika suhu tubuh terlalu tinggi mencapai 38-39 derajat celcius juga segera hentikan latihan.

Diungkapkan kepala department of obstetrics, gynecology, and women's health di St. Louis University School of Medicine, Raul Artal, MD, suhu yang trlalu panas bisa menyebabkan kelahiran prematur. Perhatikan juga jangan sampai ibu hamil dehidrasi. Artal juga merekomendasikan pilates sebagai olahraga yang dilakukan ibu hamil, mengingat peregangan yang dilakukan tidak berlebihan.

"Barre class juga bisa diikuti saat Anda hamil. Tapi tidak perlu Anda ikut gerakan melompat tinggi karena pusat gravitasi tubuh akan berubah saat hamil. Sehingga, risikonya Anda mudah jatuh. Jika hendak lari-lari kecil, tak masalah," tutur Artal.

Baca juga: Manfaat Yoga Saat Hamil Juga Bisa Dirasakan Ibu Saat Melahirkan (rdn/vit)