Seperti yang diungkapkan dalam studi di jurnal Behavioral Neuroscience bahwa ketika seorang wanita hamil, komposisi otaknya berubah menjadi lebih banyak memiliki materi abu-abu (gray matter). Perubahan ini mulai terlihat dalam pindaian MRI sejak dua minggu pasca melahirkan.
Materi abu-abu adalah bagian inti otak yang berhubungan erat dengan kemampuan berpikir. Semakin banyak materi abu-abu yang dimiliki seseorang maka semakin besar pula kapasitas kemampuan otaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaitan dengan ibu hamil, peneliti menyebut bahwa area otak yang paling banyak mengalami peningkatan materi abu-abu adalah area amygdala dan hypothalamus yang berkaitan dengan regulasi emosi, insting bertahan hidup, dan produksi hormon. Hal ini kemungkinan bisa menjelaskan mengapa seorang ibu bisa tetap positif meski harus bangun lima hingga enam kali di tengah malam karena bayinya menangis.
"Motivasi untuk mengurus bayi dan memiliki ciri-ciri kepribadian seorang ibu mungkin bukan karena respons insting, lebih karena hasil dari pembangungan otak yang aktif," ujar ahli neurologi Craig Kinsley mengomentari studi seperti dikutip dari American Psychological Association, Sabtu (30/4/2016).
Hanya saja memang pada beberapa wanita, kehamilan kadang tak memicu respons kuat di area amygdala. Bila hal ini terjadi seorang wanita mungkin akan mengalami pengalaman yang lebih buruk dengan anaknya sehingga bisa ke arah depresi pasca melahirkan.
Baca juga: Ibu Hamil Bingung Pilih Menu Makan? Ini Tips Diet Sehatnya per Trimester (fds/vit)











































