Konsumsi Minuman Berpemanis Buatan Saat Hamil Terkait Risiko Anak Kegemukan

Konsumsi Minuman Berpemanis Buatan Saat Hamil Terkait Risiko Anak Kegemukan

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 12 Mei 2016 10:05 WIB
Konsumsi Minuman Berpemanis Buatan Saat Hamil Terkait Risiko Anak Kegemukan
Foto: thinkstock
Jakarta - Ada berbagai faktor yang memengaruhi anak mengalami kegemukan di awal-awal kehidupannya. Salah satunya adalah asupan yang dikonsumsi ibu selama hamil yakni minuman dengan pemanis buatan.

Baru-baru ini, peneliti dari University of Manitoba menemukan bahwa wanita hamil yang mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan berlebihan lebih cenderung memiliki bayi yang kelebihan berat badan. Bahkan, ketika si bayi berusia satu tahun.

"Kami menemukan konsumsi harian minuman dengan pemanis buatan berkaitan dengan risiko dua kali lipat bayi memiliki kelebihan berat badan di usia satu tahun, dibanding ibu yang tidak mengonsumsi minuman berpemanis buatan sama sekali," tutur ketua peneliti, Meghan Azad, dikutip dari berbagai sumber.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi yang dipublikasi di Journal of American Medical Association (JAMA) Pediatrics menggunakan data survei yang dilaporkan oleh para ibu. Untuk itu, Azad menekankan studi ini belum membuktikan hubungan sebab akibat antara konsumsi minuman berpemanis buatan dan risiko anak kegemukan. Tetapi, studi ini baru menunjukkan adanya hubungan antara dua hal itu.

Baca juga: 7 Kesalahan Orangtua yang Sebabkan Anak Gemuk

Untuk studi ini, peneliti mengumpulkan kuisioner dari 3.000 ibu tentang asupan mereka selama hamil. Indeks Massa Tubuh (IMT) bayi juga diamati sampai mereka berusia satu tahun. Diamati pula faktor laun yang potensial membuat bayi kegemukan di antaranya jenis kelamin bayi, apakah si ibu kegemukan atau tidak, dan pemberian ASI eksklusif.

"Tapi, kami tidak mengamati lebih detail apa jenis pemanis buatan yang dikonsumsi ibu. Beberapa penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa pemanis buatan bisa memicu nafsu makan dan menyebabkan pertambahan berat badan. Kemudian, mengganggu stabiltas bakteri usus. Untuk itu, ini bisa jadi rekomendasi agar ibu hamil sebisa mungkin menghindari minuman berpemanis buatan," tutur Azad.

Sementara, Mark Pereira dari University of Minnesota dan Matthew W. Gillman dari Harvard Medical School mengatakan temuan ini cukup menarik. Namun, studi ini bisa disebut sebagai tahap awal karena data yang digunakan adalah kuisioner sehingga bisa saja memiliki kesalahan.

"Studi ini juga tidak mengeksplorasi bagaimana pengaruh mekanisme bilogis. Tapi setidaknya studi ini bisa jadi peringatan agar ibu hamil tak berlebihan mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan saat hamil. Lagipula, konsumsi minuman seperti itu berlebihan juga tak baik bagi kesehatan bukan?" tutur Pereira.

Baca juga: Studi: Kelebihan Berat Badan Saat Hamil, Ibu Berisiko Lahirkan Bayi Gemuk

(rdn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads