Rabu, 29 Jun 2016 20:00 WIB

Jika 3 Ketentuan Ini Terpenuhi, Ibu Hamil Boleh Berpuasa

Martha HD - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Berdasarkan ketentuan agama, ibu hamil dan menyusui mendapatkan keringanan untuk tidak melaksanakan ibadah puasa. Tetapi bila ingin merasakan nikmatnya berpuasa, apa yang harus diperhatikan oleh ibu hamil?

"Kalau saya pribadi pasien boleh puasa pada saat lagi hamil tapi ada kondisi-kondisi khususnya," tandas dr Yusfa Rasyid, SpOG dari RSIA YPK Mandiri kepada detikHealth.

Hal pertama yang menjadi perhatian dr Yusfa adalah masih adanya kebiasaan mual dan muntah di 4 bulan pertama. Jika ini masih terjadi, dokter tidak menyarankan berpuasa.

Kedua, ibu hamil harus tahu apakah ia bisa membiasakan makan sahur dan berbuka atau tidak. Sebab seringkali ibu hamil tidak mempunyai nafsu makan yang memadai, padahal jatah makan hanya dua kali, tidak seperti hari biasa.

"Sahur harus bangun dan makan, begitu juga ketika berbuka, walaupun nafsu makannya sedikit," katanya.

Di sisi lain, dr Yusfa mengingatkan, di empat bulan pertama bayi berada dalam keadaan drop sehingga membutuhkan banyak karbohidrat dari ibunya. Kondisi ini diharapkan bisa memotivasi ibu hamil yang ingin berpuasa untuk rajin makan sahur dan berbuka.

"Yang penting lengkapi kecukupan gizi seimbang selama puasa pada saat boleh makan," tegasnya.

Ketiga, dikonsultasikan dengan dokter kandungan terlebih dahulu. Utamanya untuk melihat apakah berat badan bayi dalam kandungan normal atau sesuai dengan usia kehamilannya. Jika bobot janinnya normal, si ibu baru diperbolehkan berpuasa.

Baca juga: Puasa Saat Hamil, Ini Hal-hal yang Perlu Diperhatikan

dr Yusfa memastikan untuk urusan makan, ibu hamil tak dihadapkan pada banyak pantangan. "Cuman dianjurkan pada saat sahur, makan makanan yang lama diproses atau dicerna di tubuh atau slow glucose release sehingga cadangan karbohidratnya bisa sampai siang. Contohnya roti gandum, nasi merah, brokoli atau wortel," urainya.

Begitu juga dengan konsumsi asam folatnya, sebab jadwal minumnya bisa dipindah ke malam hari. Sedangkan untuk aktivitas olahraga yang bisa dipilih di antaranya stretching, senam, berenang gaya bebas dan jalan kaki.

"Sebentar saja untuk yang kandungannya masih di bawah 36 minggu. Kalau di atas itu mau jauh, lama nggak masalah," paparnya lagi.

Baca juga: Berpuasa Saat Hamil
https://health.detik.com/read/2016/06/03/200114/3225217/763/berpuasa-saat-hamil

Lantas bagaimana dengan ibu hamil yang juga punya mag? "Tergantung, apakah dengan tidak makan itu magnya makin berat tidak," tanya dr Yusfa.

Asal dipastikan nyeri perut, mual dan muntah tidak muncul dengan rutin mengonsumsi obat di waktu berbuka dan sahur, bisa dipastikan kondisi ibu hamil ketika puasa akan tetap terjaga.

Dalam kesempatan terpisah, dr Maulana Suryamin, SpPD-KGH dari RS Persahabatan Rawamangun menegaskan ibu hamil yang mag sebenarnya tak perlu memaksakan diri, apalagi sudah dijamin oleh agama.

"Karena kondisinya kurang cairan dan kurang nutrisi, jadi secara medis tidak dianjurkan. Apalagi di trimester satu, gizi diperlukan untuk pembentukan organ-organ tubuh janin," jelasnya.

Terkecuali, lanjut dr Maulana, yang bersangkutan yakin gizi dan cairannya tercukupi. "Yakin berserah diri untuk puasa ya silakan, dan harus pantauan dokter juga ya," pesannya.

(rdn/vit)
News Feed