Tekanan Darah Naik Terus Saat Hamil, Waspada Kena Sindrom Metabolik

Tekanan Darah Naik Terus Saat Hamil, Waspada Kena Sindrom Metabolik

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 13 Jul 2016 09:02 WIB
Tekanan Darah Naik Terus Saat Hamil, Waspada Kena Sindrom Metabolik
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Saat kontrol kehamilan, jangan anggap enteng pentingnya mengukur tensi secara rutin. Bukan sekadar angka, tekanan darah yang naik terus saat hamil dapat menunjukkan risiko kesehatan di kemudian hari.

Salah satu kondisi yang mungkin muncul adalah sindrom metabolik. Ini merupakan kombinasi dari sejumlah kondisi, yaitu hipertensi, kadar gula darah yang tinggi, kadar kolesterol yang buruk, dan obesitas, yang dialami secara bersamaan. Kondisi ini dianggap berbahaya karena merupakan prediktor kuat dari penyakit jantung dan diabetes.

Menurut Jian-Min Niu dari Guangdong Women and Children Hospital, Guangzhou, tekanan darah yang terus naik selama kehamilan harus diwaspadai karena bisa menjadi tanda peringatan awal dari sindrom metabolik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Dokter: Semua Berisiko, Wanita Hamil Wajib Cek Tekanan Darah Tiap Kontrol!

Niu menjelaskan, secara umum tekanan darah normal biasanya berada pada angka 120/80 mmHg, dengan ambang batas untuk tekanan darah tinggi atau hipertensi di angka 140/90 atau lebih. Kisaran antara tekanan darah normal dan tinggi disebut prehipertensi.

"Di banyak negara, setiap wanita hamil diharuskan melakukan setidaknya 10 kali pemeriksaan rutin. Namun kebanyakan mereka kurang mendapatkan informasi mengenai tekanan darah, terlebih jika hasilnya terus-menerus naik," papar Niu.

Dalam studinya, Niu mempelajari 506 wanita hamil tanpa riwayat tekanan darah tinggi atau gejala diabetes. Pada wanita ini, dilakukan pengukuran tekanan darah, berat badan dan metrik kesehatan lainnya beberapa kali selama kehamilan. Tes ini terus dilakukan sampai 1,5 tahun setelah mereka melahirkan.

Hasilnya, wanita dengan tekanan darah tinggi pada bulan-bulan terakhir kehamilan ditemukan enam kali lebih mungkin untuk mengalami sindrom metabolik, dibandingkan dengan wanita yang tekanan darahnya stabil selama hamil. Demikian ditulis dalam jurnal Hypertension.

Niu juga menjelaskan bahwa menjaga berat badan yang sehat sebelum dan selama kehamilan dapat membantu mengurangi risiko prehipertensi atau sindrom metabolik. Oleh sebab itu, menimbang berat badan secara rutin saat hamil juga tak kalah pentingnya.

Baca juga: Wajib Dipahami, Preeklampsia Tak Sekadar Tekanan Darah Naik Saat Hamil


(ajg/up)

Berita Terkait